RADARSUMEDANG.ID, KOTA – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sumedang, mencatat telah menghimpun lebih dari 4.000 kantong darah sepanjang periode Januari hingga April 2026. Capaian ini diperoleh melalui penguatan kegiatan donor darah yang dilakukan secara rutin di berbagai wilayah.
Humas Unit Donor Darah PMI Sumedang, Deni Masdianto, mengatakan bahwa jumlah tersebut merupakan hasil dari penerapan pola kegiatan donor yang terstruktur, dengan pelaksanaan dalam berbagai skala, mulai dari besar, menengah, hingga kecil di sejumlah titik layanan.
“Kalau total dari Januari sampai April itu sudah alhamdulillah di atas 4.000 kantong. Target kita per bulan sekitar seribu kantung untuk menjaga ketersediaan stok melalui berbagai kegiatan yang dilakukan,” ujar Deni, Rabu (6/5).
Ia menjelaskan, saat ini kondisi stok darah di PMI Sumedang relatif mencukupi untuk golongan darah B dan O. Namun, untuk golongan A dan AB masih menjadi perhatian dalam upaya pemenuhan kebutuhan.
Menurut Deni, terjadi penurunan jumlah penghimpunan darah pada Maret 2026 akibat bertepatan dengan bulan puasa. Pada periode tersebut, kegiatan donor di luar ruangan hampir tidak dilakukan.
“Bulan puasa memang kegiatan luar hampir tidak ada, jadi kita hanya mengandalkan donor dalam gedung dan donor keluarga untuk menjaga stok tetap tersedia,” katanya.
Meski demikian, PMI Sumedang tetap mampu menjaga ketersediaan stok darah. Pada Maret, jumlah penghimpunan tercatat sekitar 400 hingga 500 kantong darah, yang masih dapat ditopang oleh capaian pada bulan-bulan sebelumnya.
Deni menyebutkan, capaian tertinggi terjadi pada Februari 2026. Saat itu, PMI Sumedang mengintensifkan kegiatan donor darah skala besar, termasuk melalui kerja sama dengan sejumlah perusahaan di wilayah Sumedang.
“Di Februari kita banyak kegiatan besar, termasuk di perusahaan-perusahaan di Sumedang, itu cukup membantu meningkatkan stok untuk persiapan bulan puasa,” ujarnya.
Untuk menjaga stabilitas ketersediaan darah, PMI Sumedang menerapkan strategi jemput bola dengan menggelar kegiatan donor secara terjadwal di berbagai lokasi. Kegiatan tersebut menyasar instansi, komunitas, hingga lingkungan perumahan.
Pelaksanaan donor darah juga dibagi dalam beberapa skala guna memastikan distribusi dan ketersediaan tetap seimbang serta tidak menumpuk pada periode tertentu.
“Harus ada kegiatan besar, sedang, dan kecil, supaya stok tidak menumpuk di satu waktu dan tetap terjaga sesuai kebutuhan distribusi,” kata Deni.
Ia menambahkan, strategi tersebut menjadi langkah penting dalam menjaga kesinambungan stok darah di tengah fluktuasi kebutuhan serta dinamika aktivitas masyarakat sepanjang tahun.
Dengan pola tersebut, PMI Sumedang optimistis kebutuhan darah di sejumlah rumah sakit rujukan dapat terus terpenuhi secara berkelanjutan.
“Dengan pola seperti ini, kami upayakan stok darah tetap stabil sepanjang tahun meskipun ada fluktuasi kegiatan,” imbuhnya. (gun)






