BERITA SINGKAT
- Pemdes Jatiroke mulai merealisasikan program Rutilahu tahun anggaran 2026.
- Sebanyak tiga rumah warga kurang mampu mendapat bantuan renovasi.
- Program dibiayai melalui alokasi Dana Desa.
- Penerima bantuan ditetapkan setelah proses verifikasi kondisi rumah dan ekonomi warga.
- Pemdes berharap program Rutilahu dapat terus berlanjut untuk mengurangi rumah tidak layak huni.
RADARSUMEDANG.ID, JATINANGOR – Pemerintah Desa Jatiroke, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang mulai merealisasikan program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) tahun anggaran 2026.
Kepala Desa Jatiroke, Ulan Ruslan mengatakan, melalui alokasi Dana Desa, sebanyak tiga unit rumah warga kurang mampu akan direnovasi guna meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat.
“Ketiga rumah penerima bantuan tersebut berada di Wilayah 1 RW 06, Wilayah 2 RW 02, dan Wilayah 3 RW 04,” ujarnya, Senin (18/5).
Ia menambahkan, penetapan penerima bantuan dilakukan setelah tim desa melakukan verifikasi langsung terhadap kondisi bangunan, tingkat kerusakan, hingga kondisi ekonomi pemilik rumah.
“Rutilahu ini menjadi bentuk kepedulian pemerintah desa terhadap warga yang selama ini tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan,” tambahnya.
Menurut Ulan, warga penerima bantuan merasa sangat bersyukur karena selama puluhan tahun tinggal di rumah dengan kondisi dinding retak, atap bocor, hingga lantai yang masih berupa tanah.
“Dengan adanya program ini, mereka merasa diperhatikan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program tersebut juga menjadi bagian dari dukungan pemerintah desa terhadap program pemerintah pusat dalam percepatan penuntasan rumah tidak layak huni melalui semangat gotong royong masyarakat.
“Meski pada tahun ini baru tiga rumah yang dapat diperbaiki, kami berharap program ini menjadi langkah awal untuk mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di Desa Jatiroke secara bertahap,” katanya.
Ulan menegaskan, perbaikan rumah tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik semata, tetapi juga menyangkut kenyamanan, kesehatan, dan martabat warga yang menempatinya.
Karena itu, pemerintah desa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berpartisipasi dan mendukung pelaksanaan program Rutilahu melalui budaya gotong royong.
“Kita nggak bisa kerja sendiri. Dukungan warga dan gotong royong jadi kunci. Mudah-mudahan tahun depan alokasinya bisa bertambah, supaya lebih banyak keluarga yang terbantu,” tandasnya.
(tha)







