Gagal ke UFC, Keluarga Tetap Bangga pada Petarung MMA Asal Sumedang Yudi Cahyadi

oleh
Ilustrasi Generate AI

BERITA SINGKAT

  • Petarung MMA asal Sumedang, Yudi Cahyadi, gagal melaju ke UFC setelah kalah TKO dari Xie Bin di Road to UFC Season 5.
  • Pertandingan berlangsung di Galaxy International Convention Center, Macau, Kamis (28/5).
  • Keluarga tetap bangga atas pencapaian Yudi yang berhasil tampil di ajang pencarian talenta petarung Asia tersebut.
  • Istri Yudi, Karina Wilson, meminta suaminya tetap semangat dan tidak menyerah mengejar karier di dunia MMA.
  • Yudi sebelumnya dikenal sebagai mantan juara One Pride MMA kelas Featherweight 65 kilogram.

RADARSUMEDANG.id, CIMALAKA – Petarung Mixed Martial Art (MMA) asal Desa Trunamanggala, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Yudi Cahyadi (34), harus mengubur impiannya untuk melangkah ke panggung Ultimate Fighting Championship (UFC) setelah kalah melalui Technical Knock Out (TKO) dari petarung asal Cina, Xie Bin, pada ronde pertama ajang Road to UFC Season 5.

Pertandingan tersebut berlangsung di Galaxy International Convention Center (GICC), Galaxy Macau, Cotai, Macau, Kamis (28/5) malam. Hasil tersebut membuat Yudi gagal mendapatkan kontrak menuju kompetisi MMA terbesar di dunia tersebut.

Meski demikian, keluarga besar Yudi tetap merasa bangga atas pencapaiannya yang berhasil menembus ajang pencarian talenta petarung Asia yang digelar oleh UFC.

Istri Yudi, Karina Wilson, mengaku tetap memberikan dukungan penuh kepada suaminya. Menurutnya, tidak semua atlet memiliki kesempatan untuk tampil di level kompetisi yang diikuti Yudi saat ini.

“Bangga banget, karena nggak semua atlet bisa masuk ke sana. Saya tetap bangga dan percaya Allah pasti punya jalan yang lebih baik. Sekarang belum menang, mungkin ke depannya ada sesuatu yang lebih bagus lagi,” ujar Karina.

Karina juga berharap kondisi suaminya tetap baik setelah menjalani pertandingan yang berlangsung ketat. Ia berharap Yudi dapat segera pulih dan kembali berkumpul bersama keluarga di Sumedang.

“Semoga nggak kenapa-kenapa, soalnya lihat ada darah segala macam. Semoga cepat pulih dan pulang ke Sumedang,” katanya.

Di tengah kekecewaan atas hasil pertandingan, Karina meminta Yudi untuk tetap menjaga semangat dan tidak menyerah dalam mengejar cita-citanya di dunia MMA profesional.

Menurutnya, peluang untuk meraih prestasi yang lebih tinggi masih terbuka lebar bagi petarung asal Sumedang tersebut.

“Tetap bangga pastinya. Mudah-mudahan bangkit lagi, ada lagi kesempatan. Jangan menyerah, masih banyak kesempatan buat ke depannya,” ucapnya.

Nama Yudi Cahyadi sendiri bukan sosok asing dalam dunia MMA Indonesia. Sebelum tampil di Road to UFC, ia telah menorehkan prestasi dengan menjadi juara One Pride MMA di kelas Featherweight atau kelas bulu 65 kilogram.

Sementara itu, Road to UFC merupakan program pencarian talenta petarung Asia yang diselenggarakan UFC untuk menjaring atlet-atlet potensial dari berbagai negara. Ajang tersebut menjadi salah satu jalur resmi bagi petarung Asia untuk memperoleh kontrak dan kesempatan tampil di kompetisi UFC.

Meski langkahnya terhenti di Road to UFC Season 5, pencapaian Yudi yang berhasil mewakili Indonesia di ajang bergengsi tersebut tetap menjadi kebanggaan bagi keluarga dan masyarakat Sumedang.

Penulis: Gun

No More Posts Available.

No more pages to load.