BERITA SINGKAT
- Unpad membuka sejumlah program studi baru jenjang pascasarjana untuk memperkuat budaya riset dan inovasi.
- Program baru meliputi S2 Hubungan Internasional, S2 Ilmu dan Teknologi Pangan, S3 Perikanan dan Kelautan Berkelanjutan, serta S3 Fisika.
- Fakultas Kedokteran Unpad juga membuka Program Spesialis Gizi Klinik dan beberapa program subspesialis.
- Unpad menawarkan berbagai skema pendidikan fleksibel seperti PJJ, RPL, Magister Berbasis Project, dan double degree.
- Pendaftaran program pascasarjana masih dibuka hingga 13 Juli 2026 melalui laman resmi PMB Unpad.
RADARSUMEDANG.id, JATINANGOR – Universitas Padjadjaran (Unpad) membuka sejumlah program studi baru jenjang pascasarjana sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya penelitian sekaligus mendukung target menjadi pusat pendidikan dan pengetahuan berkelas dunia. Pembukaan program studi baru tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat serta tantangan pembangunan di masa depan.
Direktur Akademik Unpad, Prof. Aliya Nur Hasanah, mengatakan penguatan program pascasarjana diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi yang dapat menjadi solusi atas beragam persoalan di masyarakat melalui riset dan pengembangan ilmu pengetahuan.
“Selaras dengan keinginan menuju pusat pendidikan dan pengetahuan berkelas dunia maka program pascasarjana diharapkan dapat memberi inovasi-inovasi untuk menyelesaikan berbagai masalah di masyarakat,” ujar Prof. Aliya di Kampus Jatinangor.
Ia menjelaskan, sejumlah program studi baru yang dibuka meliputi Program Magister (S2) Hubungan Internasional, Magister Ilmu dan Teknologi Pangan, Doktor (S3) Perikanan dan Kelautan Berkelanjutan, serta Doktor Fisika.
Selain itu, Fakultas Kedokteran Unpad juga membuka Program Spesialis Gizi Klinik serta sejumlah program subspesialis, yaitu Patologi Klinik, Dermatologi Venereologi dan Estetika, Ilmu Kesehatan Mata, serta Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi.
Menurut Prof. Aliya, pembukaan program spesialis dan subspesialis tersebut didorong oleh meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan di tengah tingginya beban penyakit serta perkembangan teknologi medis yang semakin kompleks.
“Perkembangan teknologi medis dan kasus penyakit yang semakin kompleks membutuhkan penanganan khusus dari konsultan atau subspesialis tingkat lanjut,” katanya.
Tidak hanya membuka program studi baru, Unpad juga menghadirkan berbagai skema pendidikan pascasarjana yang lebih fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa dari berbagai latar belakang.
Program tersebut meliputi Magister Berbasis Project (MBP), Magister jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), Magister Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), jalur Alumni Berprestasi dan Berkinerja, hingga program double degree bersama perguruan tinggi dalam maupun luar negeri.
Prof. Aliya menjelaskan, sistem pembelajaran PJJ memungkinkan mahasiswa mengikuti perkuliahan secara daring melalui platform digital tanpa mengurangi kualitas pembelajaran dibandingkan program reguler.
“Capaian pembelajaran Magister PJJ tidak ada perbedaan dengan magister reguler, hanya model pembelajarannya dilakukan melalui jarak jauh,” jelasnya.
Pada program RPL, pengalaman kerja profesional peserta dapat dikonversi menjadi satuan kredit semester (SKS) akademik sehingga masa studi dapat ditempuh lebih singkat dengan capaian pembelajaran yang tetap setara dengan program reguler.
Sementara itu, Program Magister Berbasis Project yang diselenggarakan di Kantor Perwakilan Unpad Jakarta ditujukan bagi kalangan profesional dengan pendekatan pembelajaran berbasis kasus nyata yang dihadapi di lingkungan kerja.
Untuk memperluas jejaring akademik global, Unpad juga menyediakan program double degree bersama sejumlah perguruan tinggi mitra. Di antaranya bersama Binus University melalui program Digital Technology in Fishery, Digital Technology in Marine Science, dan Digital Economy, serta bersama Telkom University melalui program Cyber Forensics Law.
Dalam mendukung akses pendidikan yang lebih luas, Unpad menyediakan berbagai program beasiswa, seperti Beasiswa Unggulan Pascasarjana Padjadjaran (BUPP), Beasiswa Program Doktoral Padjadjaran (BPDP), Beasiswa Guruku, hingga Unpad ASEAN Scholarship (UAS).
Selain itu, tersedia pula berbagai beasiswa pemerintah seperti LPDP, PMDSU, TIAS, dan KNB yang dapat dimanfaatkan calon mahasiswa untuk melanjutkan studi pascasarjana.
Pendaftaran sejumlah program pascasarjana Unpad masih dibuka hingga 13 Juli 2026 melalui laman resmi penerimaan mahasiswa baru Unpad.
Penulis: Tha







