Bupati Dony: GMNI Harus Menjadi Mitra Strategis Pemerintah dan Bagian dari Solusi Pembangunan Daerah

oleh

RADARSUMEDANG.id, KOTA — Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir didampingi Wakil Bupati M. Fajar Aldila menghadiri Konferensi Cabang Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Sumedang yang digelar di Gedung Negara, Sabtu (20/6/2026).

Konferensi Cabang tersebut menjadi momentum penting bagi GMNI Sumedang dalam melakukan evaluasi organisasi, menyusun arah gerakan, serta merumuskan program kerja yang mampu menjawab tantangan pembangunan dan kebutuhan masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Dony Ahmad Munir menyampaikan bahwa GMNI merupakan salah satu elemen kekuatan intelektual yang memiliki peran strategis dalam mengawal jalannya pemerintahan, pembangunan, sekaligus memperjuangkan kepentingan masyarakat.

“GMNI merupakan bagian dari kekuatan intelektual yang senantiasa mengawal pemerintahan, pembangunan, dan memperjuangkan kepentingan masyarakat. Karena itu, keberadaannya sangat penting dalam mewarnai proses kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Bupati.

Bupati menegaskan, Konferensi Cabang tidak hanya menjadi forum pergantian kepengurusan, tetapi juga merupakan wadah strategis untuk melahirkan gagasan, pemikiran, dan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Konferensi Cabang adalah instrumen untuk mengomunikasikan solusi atas berbagai persoalan masyarakat. Di sisi lain, forum ini menjadi wahana aktualisasi potensi mahasiswa sekaligus merumuskan arah gerakan dan pemikiran GMNI yang selaras dengan kebutuhan pembangunan,” katanya.

Menurut Bupati, sinergi antara organisasi kemahasiswaan dengan pemerintah daerah perlu terus diperkuat agar setiap program yang disusun mampu memberikan kontribusi nyata terhadap percepatan pembangunan di Kabupaten Sumedang.

“Saya berharap rumusan program kerja yang dihasilkan dalam Konferensi Cabang ini dapat bersinergi dengan program-program Pemerintah Daerah, terutama dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang masih dihadapi Kabupaten Sumedang,” tuturnya.

Ia pun mengajak seluruh kader GMNI untuk menjadikan organisasi sebagai bagian dari solusi melalui berbagai gagasan inovatif dan aksi nyata di tengah masyarakat.

“Saya titip agar persoalan-persoalan Sumedang menjadi bagian dari rumusan program GMNI. Hadirkan organisasi ini sebagai bagian dari solusi yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati mengingatkan bahwa setiap program organisasi harus disusun berdasarkan tujuan utama GMNI, yakni mencetak kader yang memiliki kapasitas kepemimpinan, integritas, serta kemampuan dalam menjawab berbagai tantangan zaman.

“Salah satu tujuan GMNI adalah meningkatkan kompetensi kepemimpinan. Oleh karena itu, setiap program, kegiatan, maupun kebijakan harus berorientasi pada pencapaian tujuan tersebut. Jangan sampai ada kegiatan yang tidak memberikan dampak terhadap kemajuan organisasi dan pengembangan kader,” ungkapnya.

Bupati juga mendorong pengurus GMNI untuk menerapkan tata kelola organisasi yang profesional melalui pembagian tugas yang jelas, indikator kinerja yang terukur, serta evaluasi yang berkelanjutan.

“Setiap bidang harus memiliki beban kerja yang jelas dan ukuran kinerja yang dapat diukur. Program kerja hasil Konferensi Cabang harus didistribusikan kepada seluruh bidang untuk dilaksanakan selama satu periode kepengurusan. Dengan demikian, organisasi akan semakin modern dan profesional dalam pengelolaannya,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut menekankan pentingnya kaderisasi sebagai investasi jangka panjang organisasi. Menurutnya, proses kaderisasi yang berkelanjutan akan melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang memiliki kompetensi dan karakter yang kuat.

“Semakin banyak kaderisasi dilakukan, semakin meningkat pula kompetensi organisasi. Kompetensi itu dibangun melalui empat dimensi, yaitu pengetahuan, pengalaman, integritas, dan jaringan. Keempatnya harus terus diperkuat dalam setiap proses pembinaan kader,” ujarnya.

Mengakhiri sambutannya, Bupati berharap GMNI Sumedang mampu memiliki karakter dan keunggulan yang membedakannya dengan GMNI di daerah lain. Ia juga mendorong agar organisasi dikelola secara modern dengan memanfaatkan teknologi digital.

“GMNI Sumedang harus memiliki diferensiasi yang menjadi ciri khasnya. Organisasi juga harus dikelola berbasis digital dengan basis data anggota yang tertata baik, serta terus menghadirkan inovasi dan kreativitas agar mampu menjawab perkembangan zaman,” pungkasnya.(cwp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.