Lomba Basmi Hama, Bantu Petani Hadapi Ancaman Gagal Panen

oleh
HAMA TIKUS : Petani tunjukan hama tikus yang berhasil ditangkap saat pembukaan Lomba Basmi Hama Tikus, dalam rangka HUT ke-80 Bhayangkara, di Desa Girimukti, Sabtu (20/6). Lomba ini digelar untuk membantu petani memerangi hama tikus yang menyebabkan gagal panen.

RADARSUMEDANG.id, KOTA – Merebaknya serangan hama tikus di sejumlah wilayah Kabupaten Sumedang menjadi ancaman serius bagi para petani. Kondisi tersebut bahkan menyebabkan banyak lahan pertanian mengalami gagal panen hingga dua musim tanam berturut-turut.

Untuk membantu mengatasi persoalan tersebut, Polres Sumedang menggelar Lomba Basmi Hama Tikus Kapolres Cup 2026 secara serentak di 26 kecamatan dalam rangka memperingati HUT ke-80 Bhayangkara

Kegiatan pembukaan dilakukan langsung oleh Kapolres Sumedang AKBP Sandityo Mahardika di area persawahan milik warga di Blok Cibaros, Dusun Cihanyir, Desa Girimukti, Kecamatan Sumedang Utara, Sabtu (20/6).

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Girimukti, Supriatna, mengatakan pembasmian hama tikus saat ini dilakukan secara bergilir di sejumlah kelompok tani yang berada di bawah naungannya.

“Saya punya lima kelompok tani, antara lain Kelompok Tani Ciwaru, Bojongloa, Bojong Kondang, Cihanyir, dan Girimukti,” ujarnya.

Menurut Supriatna, partisipasi dalam lomba yang digelar Polres Sumedang menjadi momentum penting untuk menekan populasi tikus yang selama ini menjadi penyebab utama menurunnya hasil pertanian di Desa Girimukti.

“Serangan tikus saat ini sudah sangat meresahkan. Banyak petani yang mengalami gagal panen, bahkan hingga dua musim tanam. Kami berharap kegiatan ini dapat membantu mengurangi populasi hama tikus sehingga hasil pertanian bisa kembali meningkat,” katanya.

Ia mengungkapkan, dampak serangan hama tikus semakin terasa di tengah meningkatnya biaya produksi pertanian, mulai dari sewa traktor, pupuk, hingga obat-obatan. Di sisi lain, hasil panen yang diperoleh petani justru mengalami penurunan signifikan.

“Biasanya petani masih bisa mendapatkan hasil panen yang cukup baik, tetapi sekarang hasilnya jauh berkurang. Kondisi ini membuat banyak petani mengeluh karena pengeluaran besar tidak sebanding dengan hasil yang diperoleh,” ujarnya.

Berbagai upaya pemberantasan tikus sebenarnya telah dilakukan petani, mulai dari penggunaan perangkap tradisional hingga umpan beracun. Namun tingginya populasi tikus membuat hasilnya belum optimal.

“Saya sebagai Ketua Gapoktan mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres Sumedang yang sudah menyelenggarakan acara ini. Mudah-mudahan ke depannya ada program-program seperti ini untuk meningkatkan hasil pangan, khususnya di Desa Girimukti dan umumnya di Kabupaten Sumedang,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Sumedang AKBP Sandityo Mahardika menjelaskan bahwa lomba pembasmian hama tikus digelar sebagai upaya membantu petani menghadapi ancaman yang selama ini mengganggu produktivitas pertanian, terutama menjelang musim tanam berikutnya.

“Kegiatan ini dilaksanakan serentak di 26 kecamatan dan memperebutkan Piala Kapolres Cup 2026. Tujuannya bukan hanya sebagai perlombaan, tetapi juga sebagai langkah nyata membantu petani menekan populasi hama tikus yang berdampak besar terhadap hasil panen,” katanya.

Berdasarkan hasil pemantauan jajaran Polres Sumedang, serangan hama tikus telah menyebabkan kerugian signifikan bagi petani di sejumlah wilayah. Bahkan di beberapa daerah, tingkat kerusakan lahan akibat serangan tikus diperkirakan mencapai 50 persen.

“Banyak petani mengeluhkan penurunan hasil panen secara drastis. Ada yang biasanya mampu menghasilkan tiga ton gabah, namun kini hanya sekitar satu ton akibat serangan tikus,” ungkapnya.

Menurut Sandityo, wilayah yang terdampak cukup besar antara lain Kecamatan Tanjungkerta, Situraja, dan Darmaraja yang selama ini dikenal sebagai sentra produksi padi di Kabupaten Sumedang.

“Yang gagal panen itu ada di beberapa wilayah, salah satunya di Tanjungkerta, kemudian di Situraja dan Darmaraja yang memang banyak tanaman padi sebagai komoditas utama masyarakat Sumedang,” imbuhnya.

Polres Sumedang menargetkan kegiatan pembasmian hama tikus berlangsung selama beberapa hari agar hasilnya lebih maksimal. Dalam perlombaan tersebut, pemenang akan ditentukan berdasarkan jumlah tikus yang berhasil ditangkap.

“Kategori penilaian nanti adalah semakin banyak hama tikus yang tertangkap, maka dihitung per ekor. Semakin banyak yang ditangkap, maka semakin besar peluang menjadi pemenang,” ucapnya. (gun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.