Mengenang dan Merawat Perjuangan Penyebar Dakwah Mama Syatibi

oleh

RADARSUMEDANG.id, KOTA — Keluarga besar Mama Syatibi menggelar haul ke-40 ulama kharismatik Sumedang, Sabtu 27 Juni 2026 di Makam Cigugur Sumedang . Haul untuk mngenang, mendoakan dan mengambil pelajaran dari Perjalanan Hidup KH Muhammad Syatibi atau Mama Syatibi.

Tokoh pendiri Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Sumedang, salah satu orang yang berjasa dalam hal penyebaran Islam di Sumedang. Mama Syatibi juga dipercaya menjadi Imam Masjid Agung Sumedang pada Tahun 1925 sampai menjelang wafatnya di tahun 1987.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir yang merupakan cucu Mama Syatibi menyebutkan, haul mengandung makna mengenang, mendoakan dan mengambil pelajaran dari perjalanan hidup KH Muhammad Syatibi. “Inti maknanya yaitu haul menghidupkan nilai-nilai perjuangan seseorang. Terkhusus sekarang menghidupkan nilai perjuangan KH Muhammad Syatibi dari mengabdikan diri ke umatnya dan masyarakat Kabupaten Sumedang,” kata Dony.

Bupati Dony Menyebutkan, wafatnya salah satu ulama sebetulnya tidak benar-benar wafat. “Walaupun jasadnya sudah menghadap ke Alloh SWT. Tapi ilmu yang diajarkannya, ahlaq yang diwariskannya, ke keluarga, santrinya, masyarakatnya dan amal jariyah yang sudah ditanamkan. Santri yang telah dididiknya, akan terus hidup, akan terus mengalir pahalanya dan akan terus menjadi penuntun yang menyinari perjalanan hidup umat,” kata Dony.

Bupati Dony menyebutkan, sang kakek sudah meninggal selama 40 tahun ke belakang. “Tapi namanya tetap diucapkan dengan penuh rasa hormat oleh siapapun. Ini mengandung arti keberkahan hidup manusia tidak diukur dari panjang usia. Tapi kemangfaatannya, meninggalkan jejak-jejak kebaikan, kemangfaatan. Mudah-mudahan menjadi motivasi untuk kita semuanya,”ujarnya

Sosok Mama Syatibi dalam perjalanan dakwahnya sampai tingkat pelosok-pelosok di Sumedang.

“Alhmarhum penuh keiklasan dalam berdakwah, tidak mengenal lelah. Perjuangan dakwahnya belum ada kendaraan waktu dulu. Dakwah dengan cara berjalan kaki naik delman, naik angkutan umum. Tapi dalam dakwahnya efektif,” katanya.(cwp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.