RADARSUMEDANG.id, BANDUNG – Kembalinya operasional Bandara Husein Sastranegara diproyeksikan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi baru Kota Bandung. Sektor transportasi, pergudangan, pariwisata, hingga jasa diperkirakan akan terdongkrak seiring reaktivasi bandara tersebut.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menilai, beroperasinya kembali Bandara Husein tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan industri pariwisata, jasa, dan logistik yang selama ini menjadi penopang ekonomi daerah.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan keberadaan bandara di dalam kota sangat penting bagi Bandung yang dikenal sebagai kota jasa, pendidikan, perdagangan, dan destinasi wisata.
“Konektivitas udara menjadi faktor utama dalam meningkatkan daya saing daerah,” ujar Farhan, Kamis (25/6/2026).
Menurut Farhan, sektor transportasi dan pergudangan yang tercatat dalam indikator pertumbuhan ekonomi daerah memiliki peluang meningkat seiring kembali beroperasinya Bandara Husein. Aktivitas mobilitas orang dan barang diyakini akan kembali tumbuh setelah beberapa tahun mengalami penurunan.
“Kami berharap sektor transportasi dan pergudangan yang diukur oleh BPS setiap tahun dapat meningkat kontribusinya terhadap laju pertumbuhan ekonomi Kota Bandung. Saat ini kita membutuhkan motor-motor penggerak ekonomi baru,” katanya.
Farhan mengungkapkan, Kota Bandung membutuhkan sistem transportasi yang mampu mendukung aktivitas bisnis, investasi, dan pariwisata. Keberadaan bandara internasional dinilai menjadi salah satu infrastruktur penting untuk memperkuat posisi Bandung sebagai pusat kegiatan ekonomi di Jawa Barat.
Selain memberikan dampak ekonomi, reaktivasi Bandara Husein juga diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Bandung.
“Kemudahan akses penerbangan akan mendorong pertumbuhan sektor hotel, restoran, pusat perbelanjaan, hingga pelaku usaha mikro dan ekonomi kreatif,” ucapnya.
Farhan memperkirakan jumlah penumpang pada tahap awal operasional bandara mencapai sekitar 3.000 orang per hari selama periode Juli hingga September 2026. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memulai proses pemulihan aktivitas penerbangan tanpa memberikan tekanan besar terhadap infrastruktur kota.
Menurutnya, angka tersebut masih jauh di bawah masa kejayaan Bandara Husein yang pernah melayani 10.000 hingga 12.000 penumpang per hari. Pemkot Bandung melihat tahap awal ini sebagai momentum untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap layanan penerbangan di Kota Bandung.
Untuk mendukung operasional bandara, Pemkot Bandung saat ini mempercepat penyiapan sarana dan prasarana pendukung di sekitar kawasan bandara. Perbaikan jalan, penerangan jalan umum, hingga penataan fasilitas parkir menjadi fokus utama.
“Bandara Husein sekarang ini kami fokus pada penyiapan infrastruktur dan sarana-prasarana pendukung, mulai dari perbaikan jalan, penerangan jalan umum hingga fasilitas parkir,” ujarnya.
Selain infrastruktur darat, kesiapan operasional penerbangan juga terus dipersiapkan. Mulai Agustus mendatang, Bandara Husein ditargetkan sudah dapat melayani pesawat jet berbadan sempit seperti Boeing 737-500 dan Airbus A320.
Farhan mengatakan, keberadaan pesawat komersial akan membuka peluang rute penerbangan yang lebih luas. Di samping itu, pesawat berukuran kecil maupun private jet tetap dapat menggunakan fasilitas bandara.
Ia menilai, keberadaan bandara yang aktif akan memberikan efek berganda terhadap berbagai sektor ekonomi. Mulai dari transportasi, logistik, pariwisata, perdagangan, hingga sektor jasa diperkirakan akan memperoleh manfaat dari meningkatnya mobilitas masyarakat.
“Keberadaan bandara internasional menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat daya saing Kota Bandung di tingkat nasional maupun regional. Konektivitas udara yang baik dapat menarik investasi sekaligus memperluas peluang bisnis,” tuturnya.
Farhan juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, TNI AU, Kementerian Perhubungan, dan Angkasa Pura yang dinilai memiliki komitmen kuat untuk menghidupkan kembali Bandara Husein Sastranegara sebagai salah satu gerbang transportasi udara di Jawa Barat. (dsn)







