RADARSUMEDANG.id, KOTA – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang Dr. Eka Ganjar Kurniawan menegaskan sejumlah program prioritas tengah dijalankan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang untuk meningkatkan indikator kinerja utama (IKU), khususnya angka partisipasi sekolah, literasi, dan numerasi siswa di seluruh jenjang pendidikan.
Menurut Eka, peningkatan angka partisipasi sekolah menjadi fokus utama yang menyasar kelompok usia 5–6 tahun, 7–12 tahun, 13–15 tahun, hingga 17–18 tahun.
Upaya tersebut dilakukan melalui akselerasi penurunan angka Anak Tidak Sekolah (ATS), yang dinilai menjadi langkah konkret dalam memperluas akses pendidikan di Kabupaten Sumedang.
“Alhamdulillah, pada tahun 2025 Kabupaten Sumedang meraih penghargaan terbaik pertama se-Jawa Barat dalam penurunan angka ATS. Jumlahnya turun signifikan dari 16 ribu menjadi sekitar 9 ribu lebih,” ujar Eka.
Ia menjelaskan, keberhasilan menekan angka ATS berdampak langsung terhadap peningkatan angka partisipasi sekolah.
“Dengan semakin banyak anak kembali mengenyam pendidikan, target pemerataan akses pendidikan pun semakin mendekati capaian yang diharapkan,” katanya.
Selain itu, Disdik Sumedang juga tengah menjalankan program penguatan karakter peserta didik melalui sekolah ramah lingkungan lewat Program Zero Waste School.
“Program ini dirancang untuk menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab siswa terhadap kebersihan serta kelestarian lingkungan sekolah,” tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, Dinas Pendidikan telah menerbitkan surat edaran kepada seluruh satuan pendidikan mulai dari PAUD, SD hingga SMP agar membiasakan siswa membawa alat makan dari rumah guna mengurangi sampah plastik.
“Siswa juga didorong melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik, menjaga kebersihan ruang kelas, hingga merawat fasilitas seperti toilet sekolah,” katanya.
Eka menambahkan, pihaknya juga memberi ruang luas bagi sekolah untuk berinovasi dalam pengelolaan sampah, termasuk melalui program daur ulang.
“Sampah organik dapat diolah menjadi pupuk, sementara sampah anorganik dapat dimanfaatkan menjadi berbagai kerajinan bernilai produktif,” tandasnya. (tha)





