Empat Kali Karhutla Terjadi di Selama Juni 2026

oleh
KARHUTLA : Petugas BPBD memadamkan karhutla di wilayah Tomo, belum lama ini. BPBD mencatat selama bulan Juni 2026 terjadi empat kejadian karhutla.

RADARSUMEDANG.id, KOTA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang mencatat empat kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama Juni 2026. Kejadian tersebut terjadi di sejumlah wilayah seiring mulai meningkatnya potensi kebakaran memasuki musim kemarau.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Kabupaten Sumedang, Hendar, mengatakan empat kejadian karhutla tersebut terjadi di wilayah Tomo, Cibeureuum Cimalaka, Ciherang, dan Margalaksana Sumedang Selatan.

Menurutnya, kondisi vegetasi yang didominasi rerumputan dan semak kering menyebabkan api lebih mudah menyebar.

“Empat kejadian karhutla yang terjadi selama Juni, setidaknya hingga hari ini, berada di wilayah Tomo, Cibereum, Ciherang, dan Margalaksana. Kondisi vegetasi yang sudah kering membuat api lebih mudah menjalar ketika muncul sumber panas atau percikan api,” kata Hendar, Selasa (30/6).

Ia menjelaskan, cuaca yang mulai memasuki musim kemarau mengakibatkan rerumputan dan semak di sejumlah kawasan mengering sehingga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran, terutama di area terbuka yang dipenuhi vegetasi.

Selain empat kejadian karhutla, BPBD juga mencatat sekitar 12 kejadian kebakaran rumah selama Juni 2026. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena potensi kebakaran cenderung meningkat pada musim kemarau.

Hendar menegaskan, pihaknya tidak menemukan indikasi bahwa kebakaran lahan yang terjadi dipicu oleh aktivitas pembukaan lahan. Berdasarkan hasil pemantauan sementara, kebakaran diduga berasal dari faktor kelalaian masyarakat.

“Kami tidak menemukan indikasi kebakaran itu berasal dari aktivitas pembukaan lahan. Dugaan sementara lebih mengarah pada faktor kelalaian masyarakat, misalnya membuang puntung rokok sembarangan,” ujarnya.

BPBD, lanjut Hendar, terus melakukan pemantauan perkembangan cuaca dan berkoordinasi dengan berbagai pihak guna mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran di wilayah Kabupaten Sumedang.

“Dalam kondisi cuaca yang kering seperti sekarang, api sangat cepat membesar sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan,” katanya.

Selain itu, BPBD juga menggencarkan edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di kawasan yang dipenuhi vegetasi kering selama musim kemarau.

BPBD berharap kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran terus ditingkatkan sehingga jumlah kejadian karhutla di Kabupaten Sumedang dapat ditekan dan tidak meluas hingga menimbulkan kerugian yang lebih besar. (gun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.