RADARSUMEDANG.id, KOTA — Inovasi GEMPITA (Gerakan Multipihak Pelatihan dan Penempatan Kerja) menjadi salah satu program unggulan yang ditampilkan Pemerintah Kabupaten Sumedang saat mengikuti Penilaian Tahap II Wawancara dan Verifikasi Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tingkat Kabupaten/Kota Tahun 2026 di Ruang Bupati, Kamis (2/7/2026).
Di hadapan Tim Penilai PPD Nasional, Pemerintah Kabupaten Sumedang memaparkan berbagai capaian pembangunan sekaligus strategi inovatif dalam menekan angka pengangguran melalui kolaborasi lintas sektor.
Program GEMPITA dinilai menjadi salah satu bentuk nyata pembangunan sumber daya manusia yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesempatan kerja.
GEMPITA merupakan inovasi pembangunan yang mengintegrasikan pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan lingkungan melalui model kolaborasi Quintuple Helix.
Program tersebut lahir sebagai solusi atas rendahnya kompetensi tenaga kerja, ketidaksesuaian keterampilan dengan kebutuhan industri, belum optimalnya informasi ketenagakerjaan, serta masih adanya ego sektoral antar pemangku kepentingan.
Melalui GEMPITA, Pemkab Sumedang menghadirkan pelatihan vokasi berbasis kompetensi, sertifikasi kompetensi, fasilitasi penempatan kerja dalam dan luar negeri, serta pengembangan kewirausahaan berbasis kolaborasi.
Hingga tahun 2025, program tersebut telah menghasilkan 1.779 orang yang memperoleh sertifikasi kompetensi, 16.102 orang mendapatkan pelatihan dan penempatan kerja, serta mendorong tumbuhnya 1.007 UMKM baru.
Keberhasilan tersebut turut berkontribusi terhadap membaiknya indikator pembangunan daerah. Pada tahun 2025, laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sumedang mencapai 5,48 persen, Indeks Pembangunan Manusia meningkat menjadi 75,50, tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 6,08 persen, dan angka kemiskinan menurun menjadi 8,81 persen.
Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila menyampaikan apresiasi atas kehadiran Tim Penilai PPD Nasional. Ia juga menyampaikan permohonan maaf Bupati yang tidak dapat hadir karena sedang menjalankan tugas di Kementerian Agraria.
Fajar menegaskan, pembangunan di Kabupaten Sumedang selalu berpijak pada data sebagai dasar pengambilan kebijakan.
“Sebagaimana yang selalu disampaikan Bapak Bupati, good data, good decision, good result. Data yang baik akan menghasilkan keputusan yang baik, dan keputusan yang baik akan menghasilkan hasil yang baik,” katanya.

Menurutnya, berbagai indikator pembangunan yang dipaparkan merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
“Namun apapun pencapaian kita, jangan pernah membuat kita berbangga diri. Sebagai aparatur pemerintah, tugas kita adalah melayani masyarakat, bukan dilayani. Apa yang sudah dicapai hari ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pelayanan,” tegasnya.
Fajar juga menyoroti keberhasilan Pemkab Sumedang membuka akses kerja bagi masyarakat melalui GEMPITA. Selain menyiapkan tenaga kerja yang kompeten melalui pelatihan dan sertifikasi, pemerintah daerah juga memfasilitasi penempatan kerja hingga ke luar negeri.
“Tahun kemarin kurang lebih 150 orang telah kami fasilitasi bekerja ke Jepang. Kami tidak ingin hanya menunggu investor datang. Selama ada peluang kerja dan masyarakat ingin bekerja, pemerintah harus hadir memfasilitasinya,” ujarnya.(cwp)







