RADARSUMEDANG.id, JATINUNGGAL – Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) menyiapkan bantuan bagi petani yang terdampak kekeringan di Kecamatan Jatinunggal. Bantuan tersebut disiapkan menyusul ancaman gagal panen akibat krisis pasokan air yang melanda sekitar 150 hektare lahan sawah.
Kepala DPKP Sumedang, Tono Suhartono, mengatakan pihaknya telah meninjau langsung lokasi bersama Camat Jatinunggal dan pemerintah desa atas arahan Bupati dan Wakil Bupati Sumedang.
“Hasil survei menunjukkan terjadi penurunan produksi padi yang sangat besar akibat bencana kekeringan. Luas areal terdampak kurang lebih 150 hektare di Desa Sarimekar dan Desa Banjarsari. Sesuai arahan pak bupati, kami akan melakukan berbagai langkah mitigasi untuk mengurangi dampak bencana alam ini,” ujar Tono, Rabu (22/7).
Ia menyampaikan, dari hasil monitoring, sawah mengalami kekeringan karena saluran irigasi sekunder yang tidak optimal.
“Saluran irigasi sekundernya banyak yang bocor, kami dorong pemerintah desa untuk meminta bantuan ke Dinas PU yang memiliki kewenangannya. Kalau kami sudah siap membangun irigasi tersier yang memang kewenangan kami,” ujar Tono.
Sebagai langkah awal, kata Tono, Pemkab akan menyiapkan bantuan melalui Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) bagi petani yang mengalami gagal panen.
Berdasarkan hasil monitoring, kata Tono, sawah yang kekeringan tersebut masuk kategori Indeks Pertanaman 1 (IP 1), yang artinya dalam satu tahun hanya satu kali ditanami padi.
“Kami menunggu usulan CPPD untuk membantu sementara masyarakat yang terdampak gagal panen. Kami meminta kepala desa dan camat mengusulkan data secara objektif, by name by address, agar bantuan beras benar-benar diterima petani yang terdampak bencana kekeringan ini, jangan sampai salah sasaran,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Sarimekar, Usep Saepudin, mengungkapkan bahwa sebagian besar lahan pertanian di wilayahnya mengalami gagal panen akibat minimnya pasokan air. Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 150 hektare.
Ia berharap pemerintah segera melakukan penanganan infrastruktur irigasi agar persoalan serupa tidak terus berulang.
“Kami memohon bantuan pembangunan saluran irigasi sekunder kepada Dinas PU pengairan dan saluran irigasi tersier kepada Dinas Pertanian agar kebutuhan air untuk lahan pertanian dapat terpenuhi,” ujarnya.
Pemerintah daerah berharap bantuan pangan dan perbaikan jaringan irigasi dapat meringankan beban petani sekaligus menjaga produktivitas pertanian di wilayah Jatinunggal yang terdampak musim kemarau. (gun)





