PSEL Legok Nangka Siap Olah Hampir 2.000 Ton Sampah per Hari, Bandung Bidik Solusi Permanen Krisis Sampah

oleh
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan memberikan keterangan kepada wartawan di Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kota Bandung, Rabu (29/7).(Fadhil Muhamad Yazid/job/Radar Bandung)

RADARSUMEDANG.id, BANDUNG – Groundbreaking proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka menjadi langkah strategis mengurangi ketergantungan Kota Bandung terhadap TPA Sarimukti sekaligus menghasilkan energi listrik.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menaruh harapan besar terhadap pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah. Proyek yang memasuki tahap groundbreaking ditargetkan mampu mengolah hampir 2.000 ton sampah setiap hari sekaligus mengubahnya menjadi energi listrik.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan kapasitas pengolahan PSEL Legok Nangka diyakini mampu menjawab persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan utama di kawasan Bandung Raya.

“Kehadiran fasilitas pengolahan PSEL Legok Nangka akan memperkuat sistem pengelolaan sampah modern yang lebih berkelanjutan dibanding hanya mengandalkan tempat pembuangan akhir,” ujar Farhan, Rabu (29/7/2026).

Farhan menyampaikan hingga saat ini Kota Bandung masih sangat bergantung pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti untuk menangani sebagian besar volume sampah harian. Ketergantungan dinilai belum bisa dihilangkan dalam waktu singkat karena kapasitas pengolahan sampah di dalam kota masih terus ditingkatkan.

Farhan mengungkapkan sekitar 70 persen sampah Kota Bandung masih dikirim ke TPA Sarimukti. Sementara itu, sekitar 30 persen lainnya kini telah mampu diolah secara mandiri melalui berbagai program pengurangan dan pengolahan sampah yang dijalankan pemerintah bersama masyarakat.

Menurut Farhan, peningkatan kemampuan pengolahan sampah hingga mencapai 30 persen merupakan perkembangan yang cukup signifikan dibanding beberapa tahun sebelumnya.

“Capaian menunjukkan berbagai upaya yang dilakukan mulai dari pengolahan sampah organik, pemilahan di tingkat sumber, hingga pemanfaatan teknologi mulai memberikan hasil positif,” katanya.

Meski demikian, Farhan menegaskan kapasitas pengolahan yang ada saat ini belum cukup untuk menyelesaikan persoalan sampah secara menyeluruh. Karena itu, pembangunan PSEL Legok Nangka dipandang proyek strategis yang akan memperkuat sistem pengelolaan sampah regional dalam jangka panjang.

Farhan menjelaskan PSEL Legok Nangka dirancang mampu mengolah hampir 2.000 ton sampah setiap hari. Selain mengurangi volume sampah yang harus ditimbun di TPA, fasilitas juga akan menghasilkan energi listrik dari proses pengolahan sampah sehingga memberikan nilai tambah bagi lingkungan maupun sektor energi.

“Teknologi yang diterapkan dalam proyek diharapkan mampu menjadi jawaban atas meningkatnya produksi sampah di wilayah Bandung Raya, kapasitas yang besar, beban TPA Sarimukti diproyeksikan dapat berkurang secara bertahap setelah fasilitas mulai beroperasi,” katanya.

Farhan menyebut pembangunan PSEL menjadi bagian penting dari transformasi sistem pengelolaan sampah yang tidak lagi berorientasi pada pembuangan akhir, tetapi mengedepankan pengolahan dan pemanfaatan kembali sampah sebagai sumber daya yang bernilai.

“Inovasi yang diterapkan mampu meningkatkan kapasitas pengolahan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap TPA,” ucapnya.

Selain dukungan pemerintah pusat, berbagai program pengolahan sampah organik yang dijalankan masyarakat Kota Bandung juga mendapat apresiasi. Partisipasi warga dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong peningkatan persentase pengolahan sampah di tingkat kota.

Farhan menegaskan keberhasilan penanganan sampah tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur berskala besar, tetapi juga membutuhkan perubahan perilaku masyarakat dalam memilah dan mengurangi sampah sejak dari sumbernya. Karena itu, pemerintah akan terus memperkuat kolaborasi dengan masyarakat, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan.

Farhan menambahkan keberadaan PSEL Legok Nangka diharapkan menjadi tonggak baru dalam sistem pengelolaan sampah di Bandung Raya. Kemampuan mengolah hampir 2.000 ton sampah per hari, fasilitas diproyeksikan mampu mengurangi tekanan terhadap TPA Sarimukti sekaligus mendukung penyediaan energi listrik dari hasil pengolahan sampah.

Pemerintah Kota Bandung optimistis pembangunan PSEL Legok Nangka akan menjadi solusi jangka panjang dalam menghadapi peningkatan produksi sampah di masa mendatang.

“Kombinasi pengolahan di tingkat kota, partisipasi masyarakat, dan pengoperasian fasilitas berteknologi modern, Bandung menargetkan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan,” ujar Farhan.(dsn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.