RADARSUMEDANG.id, CIBUGEL – Program Irigasi Perpompaan (IRPOM) dari Kementerian Pertanian yang dikerjakan bersama TNI AD dan masyarakat mulai memberikan manfaat nyata bagi petani di Kabupaten Sumedang.
Program tersebut telah rampung dibangun di Kecamatan Cibugel dan Kecamatan Jatinunggal, sehingga mampu membantu memenuhi kebutuhan air irigasi pada lahan pertanian saat musim kemarau.
Pengerjaan IRPOM dilakukan secara gotong royong oleh warga bersama personel Kodim 0610/Sumedang dan Koramil setempat.
Melalui pemasangan jaringan perpompaan dan pipanisasi, aliran air kini dapat menjangkau lahan persawahan yang sebelumnya kesulitan memperoleh pasokan air.
Petani di Dusun Simpay, Desa Cimekar, Kecamatan Cibugel, Aming Juminta, mengaku bersyukur dengan keberadaan IRPOM di desanya. Menurutnya, fasilitas tersebut mampu mengatasi persoalan kekurangan air yang selama ini menjadi kendala utama petani saat musim kemarau.
“Alhamdulillah, sekarang sawah kami bisa terairi dengan baik dan lebih merata. Dulu saat kemarau banyak lahan yang kekurangan air, tetapi setelah ada IRPOM kondisi jauh lebih baik,” ujar Aming, Jumat (31/7).
Hal senada disampaikan Asep Supriadi, Ketua Kelompok Tani Tarik Kolot, Desa Ganjarresik, Kecamatan Jatinunggal. Ia mengatakan pembangunan IRPOM mampu mengairi sekitar lima hektare area persawahan yang sebelumnya bergantung pada kondisi cuaca.
“IRPOM ini sangat membantu petani. Sekarang sekitar lima hektare sawah bisa mendapatkan air sehingga kami bisa menanam padi dua kali dalam setahun. Harapan kami, program seperti ini terus diperluas ke daerah lain yang masih mengalami kekurangan air,” katanya.
Para petani berharap pemerintah dapat melanjutkan pembangunan IRPOM di wilayah lain yang rawan kekeringan. Pasalnya, setiap musim kemarau banyak lahan pertanian mengalami kekurangan pasokan air hingga berisiko puso atau gagal panen.
Dengan hadirnya program irigasi perpompaan tersebut, petani optimistis produktivitas pertanian dapat meningkat sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Sumedang, terutama di tengah ancaman musim kemarau yang masih berlangsung. (gun)







