RADARSUMEDANG.id, SITURAJA – Daun-daun yang biasanya berserakan di halaman sekolah ternyata bisa berubah menjadi karya seni yang indah. Itulah pengalaman baru yang dirasakan siswa SDN Cijeler I, SDN Cijeler II, dan SDN Cijeler III, Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang, saat mengikuti kegiatan Ecoprint yang digelar mahasiswa KKN-T IPB University.
Program yang dilaksanakan pada 23 Juli 2026 di SDN Cijeler I dan II, kemudian berlanjut pada 28 Juli 2026 di SDN Cijeler III itu bukan sekadar mengajarkan teknik mencetak motif daun di atas kain. Lebih dari itu, para mahasiswa ingin mengenalkan cara sederhana memanfaatkan kekayaan alam sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.
Kegiatan dikemas dengan pendekatan yang menyenangkan. Sebelum praktik dimulai, siswa diajak mendengarkan kisah seekor ikan bernama Ijel yang hidup di kolam yang dipenuhi daun-daun gugur. Melalui cerita tersebut, anak-anak diajak memahami bahwa daun yang jatuh bukan sekadar sampah, melainkan dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang bernilai.
Story telling itu sekaligus menjadi pintu masuk bagi mahasiswa untuk memperkenalkan Program Pojok Literasi yang tengah mereka jalankan di Desa Cijeler. Dengan membiasakan anak membaca dan mendengarkan cerita, diharapkan minat literasi, daya imajinasi, serta semangat belajar dapat tumbuh sejak dini.
Usai mendengarkan cerita, para siswa mengikuti pre-test untuk mengukur pengetahuan awal mengenai tumbuhan, pemanfaatan bahan alami, dan teknik ecoprint. Selanjutnya mereka diperkenalkan pada berbagai jenis daun yang dapat digunakan sebagai media seni.
Suasana belajar pun berubah menjadi lebih hidup ketika siswa mulai memilih daun dengan berbagai bentuk dan ukuran. Dengan penuh rasa ingin tahu, mereka menyusun daun di atas kain, kemudian memukulnya hingga menghasilkan motif alami yang unik.
Penanggung Jawab Program Kerja KKN-T IPB University Desa Cijeler, Mercyana, mengatakan kegiatan Ecoprint dirancang agar siswa dapat belajar melalui pengalaman langsung. Menurutnya, pembelajaran berbasis praktik membuat anak lebih mudah memahami bahwa sumber daya alam di sekitar memiliki nilai yang dapat dimanfaatkan secara kreatif tanpa merusak lingkungan.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan kepada siswa bahwa daun-daun di sekitar mereka memiliki potensi menjadi karya seni yang bernilai. Kami berharap pengalaman ini dapat menumbuhkan kreativitas sekaligus kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini,” ujar Mercyana.
Sebagai penutup, mahasiswa kembali mengajak siswa mengikuti post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mengenai pemanfaatan bahan alam, proses pembuatan ecoprint, serta pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Pihak sekolah pun menyambut positif kegiatan tersebut karena memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari pembelajaran di kelas. Selain melatih kreativitas dan keterampilan motorik, siswa juga dikenalkan pada alternatif media seni yang ramah lingkungan.
Mercyana berharap rangkaian kegiatan Ecoprint yang dilaksanakan di SDN Cijeler I, II, dan III dapat menjadi pengalaman berharga bagi para siswa.
“Kami berharap anak-anak semakin percaya diri untuk berkarya, lebih mencintai lingkungan, dan mampu melihat potensi alam di sekitar sebagai sumber inspirasi sekaligus media belajar yang menyenangkan,” pungkasnya. (*/rik)







