RADARSUMEDANG.id, SURIAN – Sebuah minibus yang mengangkut satu keluarga berisi lima orang, termasuk seorang bayi berusia empat bulan, terjun ke jurang sedalam sekitar lima meter di blok Haurpapak, Desa Surian, Kecamatan Surian, Rabu siang (5/8). Seluruh penumpang selamat dan hanya mengalami luka ringan serta syok.
Peristiwa diduga terjadi saat kendaraan tidak kuat menanjak di ruas jalan yang memiliki tanjakan panjang dan curam. Kendaraan kemudian mundur hingga akhirnya terperosok ke dalam jurang.
Dalam insiden tersebut, bayi berusia empat bulan sempat terlempar keluar dari kendaraan. Beruntung, bayi bersama anggota keluarga lainnya berhasil dievakuasi warga dan langsung dibawa ke Puskesmas Surian untuk mendapatkan penanganan medis. Setelah menjalani pemeriksaan, seluruh korban diperbolehkan pulang karena hanya mengalami luka ringan.
Proses evakuasi kendaraan baru dapat dilakukan pada Kamis (6/8) siang. Keterbatasan peralatan membuat puluhan warga harus bergotong royong menarik kendaraan menggunakan tali dari dasar jurang. Upaya tersebut berlangsung sekitar 30 menit hingga kendaraan berhasil dievakuasi.
Keluarga korban, Dede Saefuloh mengatakan sebelum kecelakaan terjadi mereka sedang dalam perjalanan dari Desa Suriamedal menuju Sumedang Kota.
“Mobil ini keluarga kakak saya, dari Suriamedal mau ke bank. Kalau kronologisnya saya tidak tahu, diberitahu kalau mobil masuk jurang,” ujar Dede.
Ia menuturkan, meski kendaraan mengalami ringsek di beberapa bagian, namun semua penumpang dalam kondisi baik.
“Alhamdulillah semua tidak mengalami insiden apapun, sudah pulang ke rumahnya,” ucapnya.
Dede pun berterimakasih kepada warga masyarakat yang sudah mau membantu proses evakuasi kendaraan.
“Alhamdulillah proses evakuasi sudah berhasil, mobil berhasil diangkat ke atas. Sekarang lagi nunggu truk, mau diderek,” ucapnya.
Peristiwa tersebut kembali memunculkan keluhan warga terhadap kondisi jalan di kawasan Surian yang dinilai rusak dan berbahaya. Warga menyebut kecelakaan di ruas jalan tersebut sudah berulang kali terjadi, terutama pada kendaraan yang melintasi tanjakan dengan kondisi jalan yang kurang baik.
“Dulu di sini juga pernah kecelakaan mobil Taekwang ngangkut karyawan,” kata warga lainnya.
Masyarakat berharap pemerintah segera melakukan perbaikan permanen terhadap ruas jalan tersebut agar keselamatan pengguna jalan lebih terjamin dan aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu akibat kondisi infrastruktur yang memprihatinkan. (gun)







