Ekraf Sumedang Didorong Naik Kelas Lewat Digitalisasi

oleh
PENDAMPIINGAN : Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sumedang Dede Mulyadi saat mendampingi Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) RI Teuku Riefky Harsya dalam kunjungan kerjanya ke Sumedang baru baru ini.(For Radar Sumedang)

RADARSUMEDANG.id, TANJUNGSARI – Pengembangan ekonomi kreatif (ekraf) di Kabupaten Sumedang mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) RI Teuku Riefky Harsya melakukan kunjungan kerja ke Sumedang pada 4 Agustus lalu untuk memperkuat sinergi pengembangan potensi ekonomi kreatif sekaligus mendorong pelaku usaha lokal memanfaatkan teknologi digital.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Ekonomi Kreatif didampingi Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sumedang Dede Mulyadi. Kegiatan itu menjadi momentum memperkuat kolaborasi pemerintah pusat dan daerah dalam mengembangkan sektor ekraf agar semakin berdaya saing serta memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.

Salah satu fokus kunjungan yakni penguatan program Ekraf Sumedang Go Digital. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus mendorong para pelaku ekonomi kreatif memanfaatkan platform digital untuk mengembangkan produk dan memperluas jangkauan pasar.

Dede Mulyadi mengatakan, pendampingan terhadap kunjungan Menekraf merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi dan kolaborasi lintas sektor dalam mendorong kemajuan ekonomi kreatif di Kabupaten Sumedang.

Menurutnya, Sumedang memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi kreatif. Potensi tersebut antara lain sektor kuliner, kerajinan, seni dan budaya, hingga berbagai produk kreatif yang berbasis pada kekayaan lokal.

“Kita tentu menyambut baik perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan ekonomi kreatif di Sumedang. Potensi yang dimiliki daerah harus terus didorong agar naik kelas dan mampu menembus pasar yang lebih luas,” ujar Dede kepada Radar Sumedang. Minggu (09/08).

Dia menilai, digitalisasi menjadi salah satu kunci penting dalam pengembangan sektor ekonomi kreatif. Pemanfaatan teknologi digital dinilai mampu membuka akses pasar yang lebih luas sehingga produk kreatif Sumedang tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga memiliki peluang menembus pasar nasional hingga internasional.

Dede berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, legislatif, pelaku usaha dan komunitas kreatif dapat terus diperkuat. Dengan kolaborasi tersebut, pengembangan ekraf di Sumedang diharapkan tidak berhenti pada kegiatan promosi, tetapi mampu menciptakan ekosistem usaha yang berkelanjutan.

“Harapannya, para pelaku ekraf semakin siap menghadapi persaingan. Bukan hanya mampu menghasilkan produk yang berkualitas, tetapi juga memiliki kemampuan pemasaran dan pemanfaatan teknologi digital,” pungkasnya. (tha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.