KKN IPB Dampingi Petani Ciranggem Kenali dan Kendalikan Hama Tembakau

oleh
Para petani tembakau Desa Ciranggem usai ikut pendampingan pemberantasan hama dari mahasiswa KKNT IPB baru baru ini (For Radar Sumedang)

RADARSUMEDANG.id, JATIGEDE – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB terus mendorong peningkatan kapasitas petani di Desa Ciranggem, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang.

Salah satunya melalui program SIGAP HAMA (Sosialisasi dan Gerakan Antisipasi Hama), yang digelar untuk membantu masyarakat, khususnya petani, mengenali sekaligus mengantisipasi serangan hama pada tanaman.

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara hybrid dengan melibatkan kelompok tani dan masyarakat Desa Ciranggem yang bergerak di sektor pertanian. Tanaman tembakau menjadi salah satu fokus utama pembahasan karena merupakan komoditas yang dibudidayakan masyarakat setempat.

Ketua Kelompok KKN Desa Ciranggem, Faisal Fathonie, mengatakan program tersebut digelar sebagai bentuk pendampingan mahasiswa kepada masyarakat agar petani memiliki pengetahuan yang lebih baik dalam menghadapi gangguan hama.

“Melalui SIGAP HAMA, kami ingin membantu masyarakat mengenali hama dan gejala serangannya sejak dini. Dengan begitu, petani bisa menentukan langkah pengendalian yang tepat sesuai kondisi tanaman,” ujar Faisal.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menghadirkan Dr. Ir. Swastiko Priyambodo, M.Si., dosen IPB dari bidang Proteksi Tanaman, sebagai narasumber.

Peserta mendapatkan pemahaman mengenai berbagai jenis hama, gejala serangan, dampaknya terhadap produktivitas tanaman, hingga strategi pengendalian yang tepat dan ramah lingkungan.

Faisal menjelaskan, petani juga diberikan pemahaman bahwa pengendalian hama tidak selalu harus mengandalkan penggunaan pestisida.

“Petani diberikan pemahaman bahwa sebelum menentukan tindakan, hama dan gejala serangannya harus dikenali terlebih dahulu. Jadi pengendaliannya bisa lebih tepat sasaran dan tidak berlebihan dalam penggunaan pestisida,” katanya.

Salah satu materi yang menjadi perhatian yakni pengendalian melalui kultur teknis. Di antaranya dengan melakukan tanam serempak, mengatur jarak tanam, pengolahan tanah, sanitasi tanaman, pemupukan berimbang, pengaturan air, serta memilih jenis pestisida yang sesuai.

Selain itu, petani juga diberikan edukasi mengenai penggunaan pestisida secara bijak dengan memperhatikan jenis, dosis, waktu, serta cara aplikasinya.

Kegiatan yang diikuti 39 peserta tersebut berlangsung interaktif. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai berbagai persoalan hama yang ditemukan di lahan pertanian.

Menurut Faisal, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi masyarakat Desa Ciranggem dalam melakukan pengamatan dan pengendalian hama secara lebih tepat.

“Harapannya, pengetahuan yang didapatkan dari kegiatan ini bisa diterapkan langsung oleh petani. Dengan pengendalian yang lebih tepat, produktivitas tanaman tembakau dan keberlanjutan pertanian di Desa Ciranggem bisa terus terjaga,” ujarnya.

Program SIGAP HAMA sekaligus menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa KKNT Inovasi IPB dalam menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Melalui pendampingan tersebut, mahasiswa berharap terjadi peningkatan pemahaman petani mengenai pengelolaan hama sehingga mampu mendukung pertanian yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan di Desa Ciranggem.(rik)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.