RADARSUMEDANG.id —Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang terus mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur jalan di sejumlah wilayah. Salah satunya melalui penanganan ruas Jalan Darmaraja–Cibugel yang menjadi akses penting bagi mobilitas masyarakat di wilayah selatan Sumedang.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir meninjau langsung perkembangan pekerjaan ruas jalan tersebut di Blok Desa Darmajaya, Kecamatan Darmaraja, Kamis (13/8/2026) kemarin.
Penanganan jalan dilakukan menyusul kondisi sejumlah titik yang sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah, mulai dari jalan berlubang hingga permukaan yang tidak rata. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan.
Dony mengatakan, ruas Darmaraja–Cibugel memiliki panjang sekitar 13 kilometer. Dari total panjang tersebut, sekitar 8 kilometer saat ini sudah berada dalam kondisi mantap.
Sementara, beberapa bagian yang masih membutuhkan penanganan kini mulai dikerjakan dan ditargetkan dapat diselesaikan seluruhnya pada tahun ini.
“Yang masih perlu diperbaiki sekarang mulai dikerjakan. Mudah-mudahan tahun ini bisa tuntas. Kami juga meminta dukungan masyarakat untuk mendoakan, mengawal dan ikut menjaga pelaksanaan pekerjaan supaya berjalan lancar dan hasilnya berkualitas serta tahan lama,” ujar Dony kepada sejumlah awak media.
Pekerjaan tersebut dilaksanakan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Sumedang dengan nilai kontrak sekitar Rp1,13 miliar. Pelaksanaan pekerjaan berlangsung selama 75 hari kalender, terhitung sejak 31 Juli hingga 13 Oktober 2026.
Menurut Dony, pembangunan jalan tidak cukup hanya berhenti pada penyelesaian pekerjaan fisik. Pemeliharaan setelah jalan selesai dibangun menjadi bagian penting agar usia layanan infrastruktur dapat bertahan lebih lama.
Karena itu, dirinya meminta pemerintah kecamatan dan desa ikut mengambil peran dalam menjaga kondisi jalan, terutama dengan memastikan saluran air di sepanjang bahu jalan tetap berfungsi.
Camat dan kepala desa, kata Dony, perlu mendorong kembali budaya gotong royong masyarakat untuk membersihkan rumput maupun sampah yang dapat menghambat aliran air di saluran.
“Jangan sampai air meluap ke badan jalan. Drainase harus dijaga. Kalau air masuk dan menggenangi badan jalan, tentu akan mempercepat kerusakan,” pintanya.
Selain persoalan drainase, Dony juga meminta jajaran terkait memetakan lokasi yang dinilai rawan kecelakaan maupun tindak kejahatan. Titik-titik tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi prioritas pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU).
Langkah tersebut dinilai penting mengingat ruas Darmaraja–Cibugel tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antarkecamatan, tetapi juga menjadi jalur yang digunakan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Di sisi lain, Pemkab Sumedang juga terus merespons laporan masyarakat terkait kerusakan jalan di berbagai wilayah. Salah satunya melalui Unit Reaksi Cepat (URC) yang berada di bawah Dinas PUTR.
URC difokuskan untuk menangani kerusakan jalan dengan skala ringan, seperti lubang yang dapat ditangani melalui pekerjaan tambal sulam. Keberadaan unit tersebut diharapkan mampu meminimalisasi risiko kecelakaan sebelum dilakukan penanganan secara permanen.
Masyarakat yang menemukan kerusakan jalan juga dipersilakan menyampaikan laporan melalui kanal resmi maupun media sosial Dinas PUTR agar dapat segera dilakukan pengecekan dan penanganan sesuai kondisi di lapangan.
Sementara untuk jalan yang mengalami ambles dan membutuhkan pekerjaan konstruksi lebih kompleks, Pemkab Sumedang menyiapkan penanganan tersendiri. Titik-titik tersebut tidak bisa hanya ditangani dengan pelapisan aspal, sehingga membutuhkan konstruksi khusus.
Dony memastikan penanganan terhadap ruas jalan yang amblas tersebut tetap menjadi bagian dari agenda perbaikan infrastruktur dan ditargetkan dapat dituntaskan pada 2026.
Lebih jauh, Dony menyebutkan percepatan pembangunan infrastruktur jalan tahun ini dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah. Pemkab Sumedang menargetkan sebanyak 84 ruas jalan mendapatkan penanganan sepanjang 2026.
Sebagian pekerjaan sudah memasuki tahap pelaksanaan, sedangkan sejumlah ruas lainnya masih berada dalam proses pengadaan atau tender.
“Kami meminta masyarakat bersabar menunggu giliran perbaikan, khususnya ruas jalan yang masih dalam proses tender. Semua pekerjaan akan terus kami awasi agar pemerataan infrastruktur berjalan dan kualitas jalan yang dibangun benar-benar memberikan manfaat serta keamanan bagi masyarakat,” pungkasnya. (jim)







