RADARSUMEDANG.id, BANDUNG – Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 2026 hendaknya tidak sekadar menjadi perayaan seremonial, tetapi menjadi momentum bagi seluruh elemen bangsa untuk kembali merefleksikan dan memaknai arti sesungguhnya dari kemerdekaan.
Hal tersebut disampaikan Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Jawa Barat H Ridwan Solichin, SIP, MSi. Menurutnya, kemerdekaan yang dinikmati masyarakat Indonesia saat ini merupakan buah dari perjuangan panjang para pahlawan dan para pendiri bangsa yang mengorbankan tenaga, pikiran, harta, bahkan jiwa tanpa pamrih.
Karena itu, menurut Kang Rinso, sapaannya, peringatan HUT ke-81 RI semestinya menjadi ruang untuk kembali mengenang jasa-jasa besar para pahlawan sekaligus meneladani semangat perjuangan para founding fathers dalam membangun Indonesia.
“Momentum kemerdekaan ini harus menjadi kesempatan bagi kita semua untuk kembali merefleksikan apa arti kemerdekaan. Jangan sampai kemerdekaan hanya dimaknai dengan upacara dan berbagai kegiatan seremonial, tetapi nilai-nilai perjuangan para pahlawan justru kita lupakan,” ujar Kang Rinso.
Ia menilai semangat para pendiri bangsa, terutama dalam memperjuangkan kesejahteraan rakyat, keadilan, persatuan, demokrasi, gotong royong dan kemandirian bangsa, masih sangat relevan untuk menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini.
Ridwan mengatakan, PKS berupaya menjadikan momentum HUT ke-81 RI sebagai kesempatan untuk kembali menghidupkan semangat tersebut melalui berbagai kegiatan yang tidak hanya bersifat perayaan, tetapi juga sarat dengan nilai refleksi kebangsaan.
Salah satunya ditunjukkan melalui kegiatan ziarah jajaran PKS ke makam para Proklamator. Presiden PKS Almuzzammil Yusuf bersama Sekjen PKS Muhammad Kholid dan sejumlah jajaran DPP PKS berziarah ke makam Proklamator Mohammad Hatta di TPU Tanah Kusir, Jakarta, Kamis (13/8/2026).
Sementara jajaran PKS Jawa Timur melakukan ziarah ke makam Proklamator Soekarno di Blitar. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian PKS dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus mengenang perjuangan dan pemikiran dua tokoh yang memiliki peran fundamental dalam mengantarkan Indonesia menuju kemerdekaan.
“Ziarah ke makam Bung Hatta dan Bung Karno bukan sekadar kegiatan simbolis. Ada pesan penting di dalamnya, yakni bagaimana kita kembali belajar dari perjuangan, pemikiran dan keteladanan para pendiri bangsa,” katanya.
Ia menambahkan, Bung Hatta misalnya, tidak hanya dikenal sebagai Proklamator, tetapi juga sebagai sosok yang memiliki integritas dan kesederhanaan dalam menjalankan kehidupan serta pengabdian kepada bangsa.
Hal tersebut kembali mengemuka dalam kunjungan jajaran PKS ke makam Bung Hatta. Sekjen PKS Muhammad Kholid sebelumnya mengungkapkan bahwa ketika dirinya berbincang dengan putri Bung Hatta, Halida Hatta dan Meutia Hatta, salah satu nilai yang disebut menjadi kunci konsistensi moral Bung Hatta adalah qanaah, yakni sikap merasa cukup, tidak rakus dan tidak berlebihan.
Nilai tersebut dinilai semakin penting untuk direnungkan di tengah tantangan kehidupan politik dan sosial saat ini yang menghadapi berbagai persoalan, termasuk pragmatisme dan kecenderungan politik transaksional.

Selain itu, pemikiran Bung Hatta mengenai ekonomi kerakyatan, koperasi, asas kekeluargaan dan gotong royong juga dinilai masih memiliki relevansi dalam menjawab berbagai persoalan bangsa.
“Semangat seperti inilah yang harus terus kita wariskan. Kemerdekaan bukan titik akhir perjuangan, tetapi amanah untuk melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa,” tutur Kang Rinso.
Menurutnya, generasi saat ini memiliki tantangan yang berbeda dengan generasi pejuang kemerdekaan. Jika dahulu perjuangan dilakukan untuk merebut kemerdekaan dari penjajahan, maka perjuangan generasi sekarang adalah mengisi kemerdekaan dengan karya, menjaga persatuan, meningkatkan kesejahteraan rakyat serta memastikan kemajuan bangsa tetap berpijak pada nilai-nilai kebangsaan.
Karena itu, ia mengapresiasi berbagai kegiatan kader dan struktur PKS di daerah yang mengisi peringatan HUT ke-81 RI dengan aksi nyata di tengah masyarakat.
Di Jawa Barat, misalnya, kader PKS di berbagai daerah turut menggelar kegiatan sosial dan lingkungan. PKS Purwakarta menggelar aksi jalan kaki sejauh 8,1 kilometer sembari memungut sampah dengan total mencapai 81 kilogram. Kegiatan tersebut menjadi simbol bahwa semangat kemerdekaan juga dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
Berbagai kegiatan kreatif lainnya juga digelar untuk menyemarakkan HUT ke-81 RI, termasuk kompetisi dan kegiatan yang melibatkan partisipasi publik.
Kang Rinso menegaskan, seluruh rangkaian kegiatan tersebut pada akhirnya harus bermuara pada satu pesan utama, yakni bagaimana masyarakat Indonesia mampu meneruskan perjuangan para pahlawan dengan cara yang sesuai dengan tantangan zaman.
“Kalau para pahlawan dahulu berjuang merebut kemerdekaan dengan pengorbanan yang luar biasa, maka tugas kita hari ini adalah menjaga kemerdekaan itu dan mengisinya dengan kerja nyata. Kita harus memastikan kemerdekaan benar-benar menghadirkan kesejahteraan, keadilan dan kebermanfaatan bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.(Rik)






