RADARSUMEDANG.id, CONGGEANG – Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemenuhan gizi seimbang terus dilakukan melalui pemanfaatan pangan lokal. Kelompok Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB University menggelar program GIZIKU (Gerakan Isi Piring Bergizi Berbasis Pangan Lokal untuk Keluarga) di GOR Serbaguna Desa Conggeang Kulon, Kecamatan Conggeang, Minggu (26/7).
Kegiatan tersebut menyasar kader posyandu Desa Conggeang Kulon. Sebanyak 15 kader mengikuti rangkaian sosialisasi dan praktik pengolahan pangan. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang sekaligus mendorong pemanfaatan sumber pangan lokal sebagai bahan makanan bergizi.
Koordinator Desa KKNT IPB University Desa Conggeang Kulon, Desmonth Mananti Putra, mengatakan GIZIKU menjadi salah satu upaya mahasiswa untuk memperkuat pemahaman kader posyandu mengenai stunting, termasuk langkah pencegahannya melalui asupan makanan bergizi.
“Program ini tidak hanya memberikan pemahaman mengenai stunting dan gizi seimbang, tetapi juga mengajak kader untuk memanfaatkan pangan lokal menjadi olahan yang inovatif dan menarik,” kata Desmonth dalam keterangan tertulisnya kepada Radar Sumedang.id.
Menurutnya, kader posyandu memiliki peran penting dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat, terutama orang tua yang memiliki anak serta ibu hamil. Karena itu, pengetahuan mengenai komposisi makanan bergizi perlu diperkuat agar dapat diterapkan dalam kegiatan posyandu.
Kegiatan GIZIKU berlangsung dalam dua sesi. Sesi pertama diisi dengan sosialisasi mengenai pentingnya pencegahan stunting serta pengenalan panduan “Isi Piringku” sebagai acuan pemenuhan gizi seimbang.
Materi disampaikan secara interaktif oleh mahasiswa KKNT Inovasi IPB University. Perwakilan mahasiswa dengan terlebih dahulu menyapa para peserta yang mayoritas ibu-ibu terutaman dengan aktivitas sarapan paginya.
Pertanyaan tersebut menjadi pembuka diskusi mengenai kebiasaan makan sehari-hari. Peserta kemudian mendapatkan penjelasan mengenai rekomendasi menu makanan bergizi, khususnya untuk anak dan ibu hamil.
Antusiasme peserta terlihat selama penyampaian materi. Sejumlah kader aktif mengikuti diskusi dan menggali informasi mengenai cara memenuhi kebutuhan gizi sekaligus mencegah stunting melalui makanan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
Sesi kedua dilanjutkan dengan praktik pengolahan ikan lele menjadi nugget. Mahasiswa terlebih dahulu mengenalkan produk olahan tersebut, termasuk bahan yang digunakan serta kandungan gizinya.
Peserta kemudian diajak menyaksikan demonstrasi pembuatan nugget secara langsung. Kader juga diberi kesempatan untuk bertanya selama proses pengolahan sebelum mencicipi produk yang telah dibuat.
Pemilihan ikan lele sebagai bahan utama tidak terlepas dari upaya memanfaatkan sumber pangan lokal yang mudah diperoleh. Pengolahannya menjadi nugget diharapkan dapat menjadi alternatif makanan bergizi yang lebih menarik bagi anak-anak.
Desmonth menyebut praktik tersebut juga diarahkan agar kader memiliki keterampilan yang bisa diterapkan setelah kegiatan berakhir. Dengan demikian, olahan pangan lokal tidak berhenti sebagai materi pelatihan, tetapi dapat dikembangkan untuk mendukung kegiatan posyandu.
“Harapannya, kader bisa mengolah nugget sendiri sebagai salah satu ide pangan inovatif untuk pemenuhan gizi anak dan ibu hamil,” harapnya.
Ke depan, keterampilan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dalam program pemberian makanan tambahan (PMT) di posyandu Desa Conggeang Kulon.
Melalui GIZIKU, mahasiswa KKNT Inovasi IPB University tidak hanya memberikan edukasi mengenai komposisi makanan bergizi berdasarkan panduan “Isi Piringku”. Program tersebut juga menghubungkan pengetahuan gizi dengan praktik pengolahan pangan yang sederhana dan berbasis potensi lokal.
Dengan pendekatan tersebut, kader posyandu diharapkan semakin siap menjadi penggerak edukasi gizi di tengah masyarakat. Termasuk dalam mendorong keluarga memenuhi kebutuhan nutrisi anak sejak dini sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting dan kekurangan gizi di Desa Conggeang Kulon.(rik)





