RADARSUMEDANG.id, KOTA – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sumedang membuka layanan pengolahan air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan warga di sejumlah wilayah yang mulai terdampak kekeringan.
Kepala Markas PMI Kabupaten Sumedang, Ipan Permana, mengatakan layanan tersebut menggunakan sistem Hydro Flo 4.0 dengan kapasitas produksi hingga 40.000 liter air per hari. Namun, jumlah air yang diolah disesuaikan dengan kebutuhan distribusi di lapangan.
“Dalam rangka memenuhi kebutuhan air bersih, PMI Kabupaten Sumedang membuka layanan pengolahan air bersih dengan sistem Hydro Flo 4.0 untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan,” ujar Ipan, Kamis (27/8).
Air yang telah diolah selanjutnya didistribusikan menggunakan satu unit tangki air PMI ke sejumlah titik yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Penentuan lokasi distribusi dilakukan berdasarkan hasil pemantauan kondisi di lapangan.
Layanan tersebut dibuka menyusul kondisi Kabupaten Sumedang yang memasuki musim kemarau dan mulai mengalami kekeringan di sejumlah wilayah.
Sebelumnya, PMI Sumedang telah menyalurkan 6.000 liter air bersih ke Desa Cibeureum Wetan, Kecamatan Cimalaka, untuk memenuhi kebutuhan 759 kepala keluarga atau sekitar 2.154 jiwa.
Selain itu, sebanyak 5.000 liter air disalurkan ke Dusun Cikaramas, Desa Serang, Kecamatan Cimalaka, bagi 98 kepala keluarga atau sekitar 200 jiwa. Bantuan tersebut ditambah 5.000 liter air dari tangki BPBD.
“Kami melakukan distribusi sesuai kebutuhan masyarakat di titik-titik yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih dan berkoordinasi dengan BPBD dalam penyalurannya,” katanya.
Di Kecamatan Darmaraja, PMI juga menyalurkan 11.000 liter air ke Dusun Ciduging, Desa Tarunajaya, untuk memenuhi kebutuhan 223 kepala keluarga atau 679 jiwa. Bantuan tersebut mendapat tambahan 10.000 liter air dari tangki BPBD.
Sementara itu, masing-masing 5.000 liter air bersih turut disalurkan ke Perumahan Bukit Puri Asri, Kecamatan Cisarua, Desa Cibungur, Kecamatan Rancakalong, serta Desa Mangunarga, Kecamatan Cimanggung.
Ipan menegaskan, PMI Sumedang akan terus memantau perkembangan kekeringan di berbagai wilayah. Layanan pengolahan dan distribusi air bersih akan disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat terdampak.
“Kami akan terus memantau kondisi di lapangan dan menyesuaikan pendistribusian dengan kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan,” ujarnya. (gun)






