RADARSUMEDANG.id, KOTA – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumedang memastikan ketersediaan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan bantuan masyarakat, terutama di tengah musim kemarau.
Kepala DKPP Kabupaten Sumedang, Tono Suhartono, mengatakan saat ini stok CPPD mencapai sekitar 319 ton. Sementara itu, sepanjang Januari hingga Agustus 2026, CPPD yang telah disalurkan kepada masyarakat mencapai sekitar 36,69 ton.
“Stok pangan daerah sendiri aman karena kemarin surplus. Sekarang ada di kisaran 319 ton dan sudah disalurkan hingga Agustus ini 36,69 ton,” kata Tono di Sumedang, Rabu, (27/8).
Menurutnya, CPPD tersebut disalurkan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana maupun kondisi yang menyebabkan terganggunya pemenuhan kebutuhan pangan.
Sejumlah wilayah yang telah menerima bantuan antara lain daerah terdampak kekeringan di Kecamatan Jatinunggal dan Tanjungkerta, serta wilayah yang terdampak banjir dan pembangunan Tol Cisumdawu di Kecamatan Rancakalong.
“Untuk beras cadangan pangan pemerintah daerah ini ditujukan juga untuk yang mengalami bencana alam. Ada beberapa lokasi setelah kami distribusikan, salah satunya dampak dari longsor di Surian,” ujarnya.
Tono menegaskan, penyaluran CPPD menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah daerah dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana sekaligus menjaga ketahanan pangan di daerah.
Ia menambahkan, berdasarkan hasil evaluasi tingkat Provinsi Jawa Barat hingga Juli 2026, kondisi pangan Kabupaten Sumedang masih berada dalam posisi surplus.
“Alhamdulillah untuk hasil evaluasi tingkat Provinsi Jawa Barat, sampai dengan bulan Juli kami ini masih surplus,” katanya.
Meski demikian, Pemkab Sumedang tetap menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk menghadapi potensi kekeringan berkepanjangan. Salah satunya dengan memperbaiki jaringan irigasi yang rusak serta mengembangkan sumber-sumber irigasi baru.
Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan Kementerian Pertanian dan Kementerian Pekerjaan Umum. Langkah itu diharapkan dapat menjaga produktivitas pertanian sekaligus mempertahankan ketersediaan pangan di Kabupaten Sumedang. (gun)





