RADARSUMEDANG.id — Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumedang secara resmi membuka Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4.
Pelatihan ditujukan pada usia produktif yang siap memasuki pasar kerja dan industri ini tersebar di empat program kejuruan, yakni digital marketing, pembuatan roti dan kue, menjahit pakaian wanita dewasa, serta operator sewing.
Kepala UPTD BLK Sumedang, Rika Ariyani, menyampaikan, pelatihan yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ini diselenggarakan terbuka bagi masyarakat Kabupaten Sumedang maupun warga Jawa Barat secara umum.
Program ini dirancang untuk menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) agar memiliki daya saing tinggi di pasar kerja.
Kata Rika, seluruh lulusan telah dibekali keterampilan praktis dan sertifikasi kompetensi sesuai kriteria industri. Para alumni diharapkan dapat langsung terserap di dunia kerja atau berani mengambil langkah menjadi wirausahawan mandiri.
“Kami berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan secara maksimal ilmu dan keterampilan yang telah diberikan oleh para instruktur. Kelulusan ini menjadi modal dasar, baik untuk masuk ke dunia industri, bekerja di perusahaan, maupun membuka usaha sendiri secara mandiri,” kata Rika saat ditemui di Kantor UPTD BLK Sumedang, Desa Rancamulya, Kecamatan Sumedang Utara, belum lama ini.
Selain pelatihan vokasi untuk masyarakat umum, UPTD BLK Sumedang juga memfasilitasi kegiatan pelatihan khusus bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memasuki masa pra purna bakti.
Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Diklat Kawasan BLK Sumedang tersebut difokuskan pada kejuruan tata boga, khususnya pembuatan olahan roti dan kue seperti brownies.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumedang, Tuti Ruswati, menyambut baik kehadiran BLK Sumedang yang berkomitmen memberikan perhatian penuh kepada para ASN yang akan pensiun.
Sebab menurutnya, pelatihan ini menjadi salah satu sarana untuk menjaga produktivitas dan mentalitas para pensiunan agar tetap aktif serta bernilai ekonomi.
“Purna bakti bukan berarti berhenti berkarya dan hanya diam di rumah sehingga para ASN yang biasa memiliki rutinitas tinggi harus tetap produktif. Melalui pembekalan keterampilan sesuai minat dan bakat ini, mereka tidak hanya dapat menjaga kesehatan pikiran, tetapi juga mampu menghasilkan pendapatan baru serta memutar roda perekonomian keluarga,” ucap Sekda Tuti kepada Radar Sumedang belum lama ini.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Sumedang berencana menyempurnakan program masa persiapan pensiun ini.
“Insya Allah masa pembekalan akan diperpanjang secara bertahap mulai dari 2 hingga 6 bulan sebelum ASN resmi memasuki purna tugas, dengan materi pelatihan yang dipersonalisasi sesuai minat masing-masing peserta,” katanya. (jim)





