RADARSUMEDANG.id, PAMULIHAN – Keterbatasan anggaran pemerintah tak menyurutkan semangat warga Kampung Cipareuag, Desa Haurngombong, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, untuk membangun infrastruktur di wilayahnya.
Puluhan warga RT 03/RW 05 Kampung Cipareuag bergotong royong membangun dan meratakan akses jalan yang menghubungkan Dusun Cipareuag menuju Desa Cilembu. Menariknya, pembangunan tersebut sepenuhnya mengandalkan dana swadaya masyarakat.
Warga secara sukarela mengumpulkan dana untuk membiayai kebutuhan pembangunan, sekaligus turun langsung mengerjakan proyek tersebut. Mulai dari membawa material, memasang papan bekisting hingga meratakan permukaan jalan dilakukan secara bersama-sama.
Kepala Desa Haurngombong Dadang mengapresiasi inisiatif dan kepedulian masyarakat. Menurutnya, semangat gotong royong warga menjadi hal positif di tengah kondisi anggaran desa yang mengalami keterbatasan akibat pemangkasan Dana Desa.
“Di saat Dana Desa terpangkas, Alhamdulillah warga masyarakat Kampung Cipareuag justru berbondong-bondong membulatkan tekad. Mereka mengumpulkan dana swadaya murni untuk memperluas dan meratakan akses jalan ini,” ujar Dadang saat meninjau lokasi pembangunan.
Ia menilai keberadaan jalan tersebut cukup strategis bagi masyarakat. Sebab, jalur yang menghubungkan Desa Haurngombong dengan Desa Cilembu itu menjadi salah satu akses penting bagi aktivitas warga, termasuk mobilitas anak sekolah serta distribusi hasil pertanian.
Meski kondisi jalan masih terjal dan berbatu, warga tetap antusias melakukan pengerjaan secara bergotong royong. Mereka berharap akses tersebut nantinya dapat semakin nyaman dan aman untuk dilalui masyarakat.
Dadang mengatakan, peningkatan kualitas jalan akan memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Akses yang lebih baik diyakini mampu memperlancar mobilitas sekaligus mempercepat distribusi hasil pertanian antardesa.
“Kami berharap jalan ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan, mempermudah akses warga, serta secara langsung mendongkrak perekonomian di wilayah Cipareuag dan sekitarnya,” katanya.
Semangat swadaya warga Kampung Cipareuag sekaligus menunjukkan bahwa budaya gotong royong di tengah masyarakat pedesaan masih terjaga.
“Kami berharap pembangunan yang telah mereka mulai secara mandiri tersebut mendapat perhatian dan dukungan dari pihak terkait untuk peningkatan kualitas jalan, baik melalui pembetonan maupun pengaspalan,” tandasnya. (tha)






