RADARSUMEDANG.ID — Ajang kejuaraan olahraga dirgantara West Java Paragliding Championship (WJPC) di Kabupaten Sumedang dipastikan akan digelar kembali tepatnya di bulan September 2026.
Menurut pengurus dari Federasi Aero sport Indonesia (FASI) Sumedang, Aris Pribaya, sedikitnya 14 negara termasuk Indonesia telah mendaftar sebagai peserta WJPC 2026.
“Dari 14 negara termasuk Indonesia itu sdah sekitar 90-an peserta yang berasal dari negara-negara seperti Eropa, Asia, dan Australia dengan venue masih di Batudua, Kecamatan Cisitu,” kata Aris Pribaya saat dikonfirmasi Radar Sumedang di PPS, Selasa 1 September 2026.
Meski demikian lanjut dia, terdapat perubahan rute dan venue landing (mendarat) bagi para pilot paralayang. Terlebih lahan di PPS saat ini sudah berubah fungsi menjadi sarana olahraga.
“Iya untuk landing sekarang dirubah di Desa Palabuan Kecamatan Ujungjaya atau jaraknya sekitar 40 kilometer lebih dan untuk tahun ini hanya Cross Country saja dan syaa berharap pesertanya bisa pas 100 pilot,” ujarnya.
Legenda Paralayang yang sudah melanglang buana ini juga mengatakan perubahan venue landing dan jarak yang lebih panjang bukanlah masalah bagi para pilot paralayang.
“Sebetulnya semakin panjang jaraknya itu menjadi tantangan tersendiri bagi para pilot, apalagi yang di luar negeri itu mereka sudah profesional untuk jarak lebih dari 40 kilometer. Ini kan menjadi kalender event tahunan bagi kabupaten Sumedang, dimana nanti akan menggerakkan ekonomi masyarakat baik di venue take off maupun landing,” ucapnya seraya menambahkan beberapa hotel dan penginapan sudah di booking oleh para pilot beserta crew. (jim)






