RADARSUMEDANG.ID — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Sumedang memastikan akan segera melakukan Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kabupaten Sumedang.
Dikonfirmasi, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang, Sidik Jafar mengatakan, gelaran perhelatan lima tahunan ini menjadi agenda krusial bagi untuk menentukan arah kepemimpinan dan konsolidasi organisasi ke depan.
Sejauh ini kata dia, persiapan Musda masih dalam tahapan rapat pleno yang diperluas. Yang mana pada tahapan ini, pihaknya baru membentuk kepanitiaan seperti Steering Committe (SC) dan Organizing Committe (OC).
“Sebagai panitia telah disepakati bahwa Musda XI Sumedang ini akan digelar pada tanggal 22 September 2026. Mudah-mudahan tanggal 22 September disepakati oleh Jawa Barat apapun hasilnya kita harus terima. Nanti apakah nanti dipercepat atau mundur dari tanggal itu terserah, itu kewenangan DPD Jawa Barat,” kata Sidik kepada awak media.
Menurut Sidik, nama yang sudah ditunjuk sebagai SC maupun OC pada Musda XI nanti akan mempersiapkan segala tahapan mulai dari penjaringan calon ketua hingga teknis penyelenggaraan dari Musda XI.
“Nanti SC yang penyelenggaraan ya akan nanti tempat dimana, seperti apa penjaringannya, termasuk OC mempersiapkan perlengkapan, SC menyiapkan materi dan penyelenggaraan dan sebagainya, dan kita tunggu saja,” ujarnya.
Sementara itu, Asep Kurnia yang ditunjuk sebagai ketua SC Musda XI Partai Golkar Sumedang menyampaikan perhelatan Musda kali ini akan dikemas sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD ART).
Ia juga memastikan bahwa Musda ini juga akan fokus pada konsolidasi dan agenda strategis. Terutama dirancang sebagai momentum memperkuat solidaritas kader serta menyusun program kerja strategis menghadapi kontestasi politik mendatang.
“Sama saja karena standar AD ART-nya kan sama, yang jelas itu penekanan sekarang untuk mufakat artinya kolaborasi. Jadi kalau bahasa saya itu nggak ada Golkar 1, Golkar 2. Yang penting Golkar dan bersiap mengisi perhelatan pemilu yang akan datang memenangkannya kemudian berkiprah untuk masyarakat,” ucap Asep Kurnia.
Adapun kata dia, terkait siapa saja yang berhak maju untuk mengisi kursi pimpinan DPD Partai Golkar, dirinya menyebutkan bahwa hal tersebut masih harus dibahas oleh panitia Musda.
Jajaran pengurus DPD Partai Golkar Sumedang mengimbau seluruh kader dan simpatisan untuk menyambut Musda XI ini dengan semangat kebersamaan dan tetap menjaga kondusivitas ‘internal partai’.
“Nanti SC akan mengumumkan siapa saja yang boleh daftar untuk Musda Golkar sebagai calon Ketua DPD Partai Golkar. Karena SC juga akan menentukan bagaimana mekanisme Musda dan yang ditunggu-tunggu adalah bagaimana proses pemilihannya. Makannya kami ingin semuanya mufakat dulu secara musyawarah yang pada akhirnya bagaimana menjaga amanah dari 140 ribuan pemilih Golkar tahun lalu,” paparnya.
Sementara saat disinggung mengenai kesiapannya untuk maju sebagai salah satu kandidat ketua DPD Partai Golkar, Asep Kurnia memastikan.
“Semua panitia penyelenggara apabila ingin maju sebagai calon, berarti dia harus mundur dari kepanitiaan mau itu dari SC maupun OC. Soal berminat atau tidaknya, baru juga dapat tugas baru sebagai SC,” sebut Askur.
Askur menambahkan bahwa untuk kader Golkar yang mempunyai hak pilih masih sama seperti pemilihan sebelumnya.
“Yang mempunyai hak untuk memilih adalah para Ketua PK (kecamatan), ormas pendiri yang didirikan, dewan pertimbangan juga dari provinsi satu,” jelas Askur. (jim)
Panji/Radar Sumedang
Ketua SC Musda XI DPD Partai Golkar Sumedang, Asep Kurnia usai diwawancara di Gedung Golkar, Kamis (3/9/2026).






