RADARSUMEDANG.id, KOTA – Kabupaten Sumedang tercatat sebagai daerah dengan kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terbanyak di Jawa Barat hingga akhir Agustus 2026. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, tercatat sebanyak 20 kejadian karhutla di wilayah Sumedang.
Pranata Humas Ahli Muda BPBD Provinsi Jawa Barat Hadi Rahmat Hardjasasmita mengatakan, data tersebut merupakan pembaruan hingga 27 Agustus 2026 pukul 23.30 WIB.
“Sumedang tercatat memiliki kejadian karhutla paling banyak dengan 20 kejadian berdasarkan pembaruan data sampai 27 Agustus 2026,” kata Hadi di Bandung, Senin.
Jumlah tersebut menempatkan Sumedang di posisi teratas, disusul Kabupaten Majalengka dengan 15 kejadian.
Secara keseluruhan, BPBD Jawa Barat mencatat 138 kejadian karhutla yang tersebar di 94 kecamatan dan 160 desa atau kelurahan. Luas wilayah yang terdampak mencapai 199,60 hektare.
Meski menjadi daerah dengan jumlah kejadian terbanyak, luas wilayah terdampak karhutla di Sumedang bukan yang terbesar. Sumedang mencatat luasan terdampak 21,68 hektare, berada di bawah Kabupaten Sukabumi yang mencapai 49,20 hektare, Majalengka 25,91 hektare, Kuningan 23,80 hektare, dan Cirebon 20,73 hektare.
Hadi mengatakan, data kejadian maupun luasan wilayah terdampak masih terus dipantau dan diperbarui berdasarkan laporan dari masing-masing daerah.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Sumedang mengaku telah meningkatkan langkah antisipasi sejak memasuki musim kemarau. Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai potensi karhutla dan kekeringan telah dilakukan sejak Juni 2026.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan, kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau perlu dilakukan bersama oleh pemerintah dan masyarakat. Terlebih, puncak musim kemarau 2026 diperkirakan berlangsung pada Juli hingga September.
“Kami terus melakukan sosialisasi dan edukasi sejak memasuki bulan Juni untuk mulai bersiap menghadapi musim kemarau,” kata Dony, Rabu (2/9).
Menurutnya, informasi mengenai prakiraan cuaca dan musim menjadi bagian penting dalam mendukung berbagai sektor, termasuk pertanian dan upaya mitigasi bencana.
Dony juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman karhutla dan kekeringan selama musim kemarau. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila terjadi bencana kepada BPBD atau pemerintah terdekat.
“Bila bencana terjadi untuk melaporkan pada BPBD Telepon/WA 08112065733 atau pemerintah terdekat,” ujarnya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumedang, Hendar mengatakan, pihaknya juga terus memantau kondisi vegetasi yang mulai mengering di sejumlah wilayah.
Selain pemantauan, edukasi kepada masyarakat terus digencarkan untuk mencegah kebakaran akibat aktivitas manusia.
“Yang paling penting adalah edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih memahami kondisi cuaca ketika memasuki musim kemarau supaya tidak terjadi kelalaian yang berpotensi menyebabkan kebakaran,” kata Hendar.
Ia menyebutkan, berdasarkan hasil penanganan sejumlah kejadian di lapangan, tidak ditemukan indikasi kebakaran yang dipicu oleh aktivitas pembukaan lahan. Kebakaran lebih banyak berkaitan dengan kelalaian masyarakat ketika kondisi vegetasi dalam keadaan kering dan mudah terbakar.
Karena itu, Hendar mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api, khususnya di kawasan hutan maupun lahan yang vegetasinya telah mengering. (gun)






