RADARSUMEDANG.id, KOTA – Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir akhirnya angkat bicara terkait polemik yang melibatkan Wakil Bupati Sumedang Fajar Aldila. Dony menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat sekaligus meminta seluruh pihak menahan diri sembari menunggu hasil investigasi yang dilakukan tim bentukan Gubernur Jawa Barat.
Pernyataan tersebut disampaikan Dony menyusul berkembangnya berbagai opini di tengah masyarakat terkait persoalan yang menyeret nama orang nomor dua di lingkungan Pemkab Sumedang tersebut.
“Selaku Bupati Sumedang, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sumedang atas opini yang berkembang di masyarakat,” ujar Dony.
Dia mengaku memahami munculnya berbagai pertanyaan di tengah masyarakat. Namun, Dony menegaskan pemerintah daerah tetap berkomitmen memastikan proses pencarian kebenaran berjalan dengan tetap melindungi hak dan martabat setiap pihak.
“Sebagai kepala daerah dan pemerintahan, saya memastikan proses mencari kebenaran tetap berjalan dengan melindungi hak dan martabat setiap pihak untuk diperlakukan secara adil,” katanya.
Kedua Pihak Sudah Diklarifikasi
Dony mengatakan, Pemkab Sumedang sebelumnya melalui Humas Pemda Sumedang telah memberikan tanggapan mengenai polemik tersebut.
Pemkab juga memastikan penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan seperti biasa. Di sisi lain, klarifikasi terhadap pihak-pihak yang berkaitan dengan persoalan tersebut juga telah dilakukan.
“Kami telah melakukan klarifikasi kepada kedua belah pihak dan kedua belah pihak telah menyampaikan penjelasan,” ungkapnya.
Menurut Dony, proses klarifikasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mendapatkan gambaran yang lebih utuh mengenai persoalan yang berkembang.
Namun, dia menegaskan Pemkab Sumedang tidak akan mengambil kesimpulan sendiri sebelum proses investigasi yang dilakukan tim bentukan Gubernur Jawa Barat menghasilkan keputusan resmi.
Dukung Tim Investigasi Gubernur
Dony juga mengingatkan seluruh pihak untuk mengikuti arahan Gubernur Jawa Barat agar menahan diri. Masyarakat maupun pihak-pihak yang berkepentingan diminta tidak membuat asumsi ataupun menyampaikan pernyataan yang dapat memperkeruh situasi sebelum hasil investigasi diumumkan.
“Sebagaimana arahan Gubernur bahwa semua pihak untuk menahan diri dan tidak berasumsi atau statement sendiri sebelum adanya hasil resmi dari tim investigasi yang telah dibentuk oleh Gubernur Jawa Barat,” ujarnya.
Dony memastikan Pemkab Sumedang menghormati sekaligus mendukung proses investigasi tersebut.
Dia berharap tim investigasi dapat bekerja secara objektif dan profesional sehingga menghasilkan keputusan yang transparan serta dapat diterima semua pihak.
“Kami menghormati dan mendukung sepenuhnya upaya yang dilakukan oleh tim investigasi untuk bekerja secara objektif. Kami meyakini tim akan bekerja profesional guna menghasilkan keputusan yang objektif dan transparan,” tegas Dony.
Masyarakat Diminta Tak Terprovokasi
Di tengah polemik yang berkembang, Dony mengajak masyarakat Sumedang tetap tenang dan menjaga kondusivitas daerah.
Dia meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar, terutama informasi yang belum diketahui kebenarannya.
Dony juga mengingatkan agar masyarakat tidak ikut menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.
“Terakhir, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan menjaga kondusifitas,” katanya.
“Mari kita bersama-sama menunggu hasil investigasi secara bijak dan tidak terprovokasi serta tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya,” sambungnya.
Dengan adanya proses investigasi tersebut, Pemkab Sumedang memilih menunggu hasil resmi sebelum memberikan kesimpulan lebih jauh terkait polemik yang tengah menjadi perhatian masyarakat.
Sementara itu, Dony menegaskan roda pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan sebagaimana mestinya.(*/jim)






