Harga Daging Ayam Naik Jadi Rp 44 Ribu per Kilogram, Beras Tetap Stabil

oleh
Ilustrasi. Suasana aktivitas jual beli di lapak pedagang kebutuhan pokok salah satu pasar tradisional di Kota Bandung. Memasuki musim kemarau, sejumlah harga bahan pangan daging ayam ras, telur ayam ras, dan cabai rawit mulai mengalami kenaikan, sementara harga beras medium terpantau masih stabil. (Diwan Sapta Nurmawan/Radar Bandung)

RADARSUMEDANG.id, BANDUNG – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kota Bandung masih relatif stabil meski memasuki musim kemarau. Namun, pergerakan harga mulai terlihat pada beberapa komoditas pangan, terutama cabai rawit, telur ayam ras, dan daging ayam ras.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin mengatakan harga beras medium masih bertahan di kisaran Rp13.500 per kilogram. Kondisi yang menunjukkan komoditas pangan utama itu belum mengalami tekanan harga yang berarti.

Ronny menjelaskan sisi lain, harga sejumlah bahan pangan mulai mengalami kenaikan. Cabai rawit merah dan cabai rawit hijau tercatat naik sekitar Rp2.500 per kilogram dibandingkan harga sebelumnya.

Menurutnya, kenaikan juga terjadi pada telur ayam ras. Komoditas telur ayam ras naik sekitar Rp1.500 per kilogram dan kini berada di kisaran Rp26.000 hingga Rp27.000 per kilogram.

Ronny mengungkapkan pergerakan harga paling menonjol terjadi pada daging ayam ras. Saat ini harga komoditas daging ayam ras berada kisaran Rp42.000 hingga Rp44.000 per kilogram di pasar Kota Bandung.

“Untuk beras relatif stabil, beras medium Rp13.500 per kilogram. Yang mengalami kenaikan, cabai rawit merah dan hijau naik Rp2.500 per kilogram, telur ayam ras naik Rp1.500 per kilogram, sekarang Rp26.000 hingga Rp27.000 per kilogram. Daging ayam ras Rp42.000 hingga Rp44.000 per kilogram,” ujar Ronny, Kamis (3/9/2026).

Ronny mengatakan musim kemarau menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan karena berpotensi mengganggu kelancaran pasokan sejumlah komoditas. Kondisi pasokan sejumlah komoditas pada akhirnya dapat memengaruhi harga pangan di tingkat pasar.

Ronny menegaskan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung pun tidak hanya memantau perubahan harga, tetapi juga mencermati ketersediaan komoditas yang mengalami kenaikan untuk mengetahui apakah kenaikan bersifat sementara atau berkaitan dengan persoalan pasokan yang lebih panjang.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan pun mengatakan dari sejumlah bahan pangan yang dipantau, daging ayam menjadi salah satu komoditas dengan persoalan harga yang paling menonjol.

Sementara harga telur ayam ras masih dinilai relatif terjaga. Karena itu, perhatian pemkot saat ini lebih diarahkan pada kenaikan harga daging ayam yang dinilai membutuhkan penelusuran lebih lanjut.

Farhan menduga kenaikan harga daging ayam berkaitan dengan persoalan distribusi di tingkat hulu. Artinya, perubahan harga tidak semata-mata dilihat dari kondisi pasar di tingkat konsumen, tetapi juga dari proses pasokan sebelum komoditas ayam sampai ke pedagang.

Untuk memastikan penyebabnya, Farhan telah meminta Disdagin Kota Bandung menelusuri rantai pasok daging ayam. Pemeriksaan dilakukan dari tingkat produksi hingga jalur distribusi menuju pasar.

Farhan menambahkan penelusuran penting dilakukan agar pemkot memperoleh gambaran mengenai titik yang menyebabkan harga daging ayam meningkat.

“Hasil pemantauan dapat menjadi dasar untuk menentukan langkah pengendalian harga apabila kenaikan terus berlanjut,” kata Farhan.

Kenaikan harga daging ayam mulai memberikan dampak terhadap masyarakat. Farhan menyebut warga yang sebelumnya dapat membeli dan mengonsumsi ayam setiap hari mulai mengurangi frekuensi pembelian karena harga yang semakin tinggi.

“Kenaikan harga daging ayam mulai memengaruhi pola konsumsi masyarakat. Warga yang sebelumnya dapat mengonsumsi ayam setiap hari kini harus mengurangi frekuensi pembelian,” ucapnya.

Ronny pun menambahkan di tengah musim kemarau, Pemkot Bandung masih memantau pergerakan harga dan pasokan pangan untuk menjaga kebutuhan pokok tetap terjangkau.

“Beras yang masih stabil menjadi salah satu indikator positif, tetapi kenaikan harga ayam, cabai, dan telur tetap menjadi perhatian agar tidak berkembang menjadi tekanan harga yang lebih luas,” kata Ronny. (dsn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.