RADARSUMEDANG.id, TANJUNGSARI – Sebanyak lima desa di Kecamatan Tanjungsari bakal menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun ini. Dari total 17 calon kepala desa yang mengikuti kontestasi, hanya terdapat satu calon perempuan, yakni Tina Nur Herma yang maju di Pilkades Desa Raharja.
Kehadiran Tina menjadi satu-satunya keterwakilan perempuan di antara para calon kepala desa yang akan bertarung di Kecamatan Tanjungsari.
Adapun lima desa yang melaksanakan Pilkades serentak yakni Desa Raharja dengan lima calon, Desa Jatisari lima calon, Desa Kadakajaya tiga calon, serta Desa Cinanjung empat calon. Sementara itu, Desa Margajaya masih dalam tahap perpanjangan pendaftaran karena baru memiliki satu bakal calon.
Camat Tanjungsari Agus Beni Triyadie mengatakan, empat desa telah menyelesaikan tahapan penetapan calon. Sedangkan perpanjangan pendaftaran di Desa Margajaya dilakukan untuk memenuhi ketentuan regulasi yang mensyaratkan sedikitnya dua dan maksimal lima calon kepala desa.
“Terdapat lima desa di Kecamatan Tanjungsari yang menggelar Pilkades serentak tahun ini. Empat desa telah menyelesaikan penetapan calon, sedangkan Desa Margajaya masih membuka perpanjangan pendaftaran karena baru memiliki satu bakal calon,” ujar Agus.
Menurutnya, seluruh pihak diminta menjaga kondusifitas selama seluruh tahapan pesta demokrasi tingkat desa berlangsung.
“Kami dari Forkopimcam mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada panitia, BPD, perangkat desa, serta seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Agus berharap seluruh tahapan Pilkades dapat berjalan aman, tertib dan demokratis sehingga menghasilkan kepala desa yang mampu membawa masyarakat menuju kondisi yang lebih sejahtera.
Sementara itu, Kapolsek Tanjungsari AKP Asep Kusmana mengingatkan para calon dan tim sukses agar mengedepankan persaingan sehat. Ia meminta seluruh pihak tidak melakukan provokasi maupun menyebarkan informasi yang dapat memicu konflik di tengah masyarakat.
“Kami mengimbau seluruh calon kepala desa dan tim sukses untuk selalu menjaga persatuan. Jangan menyebarkan berita bohong atau hoaks yang dapat memicu perselisihan di tengah masyarakat. Mari kita kawal proses ini agar berjalan aman, kondusif, dan damai,” tegas Asep. (tha)







