Terpilih Secara Aklamasi, Ade Muhamad Sulaeman Kembali Pimpin Hanura dan Bertekad Kembali Merebut Kursi

oleh
oleh
FOR RADARSUMEDANG.ID MUSCAB HANURA: Ade Muhamad Sulaeman (kedua dari kiri) di sela acara Muscab IV Partai Hanura Kabupaten Sumedang berlangsung pada Senin (7/9) diselenggarakan di Jalan Parigi Lama, Wisma Pembina Asri, Nomor 28, Kelurahan Situ, Kecamatan Sumedang Utara

RADARSUMEDANG.ID – Ade Muhamad Sulaeman terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Cabang (Muscab) IV Partai Hanura Kabupaten Sumedang yang berlangsung pada Senin (7/9). Dengan terpilihnya Ade, dia kembali dipercaya menjabat ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Kabupaten Sumedang untuk periode 2025–2030.

 

Keputusan penetapan tersebut diambil secara mufakat melalui Muscab yang diselenggarakan di Jalan Parigi Lama, Wisma Pembina Asri, Nomor 28, Kelurahan Situ, Kecamatan Sumedang Utara. Muscab turut dihadiri Ketua DPD Hanura Jawa Barat, H. Dian Rahadian, unsur jajaran DPD dan dari DPP diwakili Wasekjen Hanura serta para kader parpol.

 

“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada Ketua DPD Hanura Jawa Barat, Bapak H. Dian Rahadian, atas kepercayaan yang diberikan untuk memimpin DPC Hanura Sumedang lima tahun ke depan,” ujar Ade Chinot, panggilan akrab Ade Muhamad Sulaeman, usai dikukuhkan Ketua DPD Hanura Jawa Barat, H. Dian Rahadian.

 

Terkait program DPC Hanura ke depan, dia menegaskan komitmen untuk mengemban amanah partai dengan penuh tanggung jawab. Fokus utamanya mencakup konsolidasi kelembagaan hingga memastikan kesiapan partai menghadapi agenda politik mendatang.

 

Langkah strategis pertama yang akan ditempuh pengurus baru adalah menuntaskan seluruh proses verifikasi administratif dan faktual guna memastikan keikutsertaan partai pada pemilu mendatang. Setelah seluruh proses verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) selesai, agenda pembenahan struktur organisasi akan segera digulirkan.

 

Ade Chinot menerangkan, terdapat 16 Pengurus Anak Cabang (PAC) yang aktif saat ini. Sehingga pihaknya menargetkan, setelah pembentukan kepengurusan baru adalah melengkapi struktur di seluruh 26 kecamatan se-Kabupaten Sumedang.

 

“Selain penguatan di tingkat kecamatan, struktur partai di tingkat desa atau ranting juga menjadi prioritas. Langkah ini dinilai sangat krusial mengingat basis massa potensial partai berada di tataran akar rumput,” paparnya.

 

Dia menegaskan, Hanura tidak akan mengabaikan konstituen tradisional yang memiliki peran sejarah penting bagi perjalanan partai di Sumedang. Mengulas rekam jejak politik partai, Hanura Sumedang sempat menorehkan catatan positif dengan mengamankan tiga kursi DPRD pada periode 2009–2014, serta mempertahankan satu kursi pada periode 2014–2019.

 

Namun, pada Pemilu 2019, partai kehilangan seluruh perwakilannya di parlemen daerah. “Saat saya mulai memimpin pada 2020, kondisi struktur partai di Sumedang dapat dikatakan vakum. Tidak ada basis kepengurusan maupun peta basis suara yang diwariskan dari kepengurusan sebelumnya,” ungkap Ade Chinot.

 

Kondisi tersebut menuntut pengurus melakukan rekonstruksi partai secara mendasar dari tingkat paling bawah. Pihaknya harus benar-benar membangun kembali fondasi partai dari titik nol. “Melalui kerja keras bersama, kami berhasil membentuk kepengurusan di 23 kecamatan,” tandasnya.

 

Melalui konsolidasi kepengurusan periode 2025–2030, DPC Hanura Sumedang optimistis dapat kembali menempatkan wakilnya di DPRD Kabupaten Sumedang pada Pemilu mendatang. “Target utama kami adalah merebut kembali kursi parlemen yang sempat terlepas,” tegas Ade.

 

Pihaknya berharap dinamika politik nasional maupun daerah pada pemilu mendatang dapat berjalan lebih kondusif dan kompetitif secara sehat. (tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.