Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Penumpang Tujuan Istanbul Terlantar di Bandara

oleh
Tamami tertahan di Bandara

RADARSUMEDANG.id, JATINANGOR – Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap sejumlah jadwal penerbangan. Penumpang harus menghadapi ketidakpastian keberangkatan setelah sejumlah penerbangan mengalami penundaan hingga pembatalan.

Salah seorang penumpang terdampak adalah Tamami, warga Desa Cintamulya, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Ia telah berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, sejak Minggu (6/9/2026) untuk melakukan perjalanan menuju Istanbul, Turki.

Semula, Tamami dijadwalkan bertolak pada Minggu. Namun, jadwal penerbangannya kemudian mengalami penjadwalan ulang atau reschedule menjadi Senin (7/9/2026) pukul 08.20 WIB.

Kendati telah kembali ke bandara sesuai jadwal, keberangkatan yang ditunggu-tunggu tersebut kembali batal. Kondisi itu membuat Tamami bersama sejumlah penumpang lainnya harus menunggu kepastian jadwal penerbangan berikutnya.

“Kami tadinya mau bertolak ke Istanbul Turki untuk memenuhi undangan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa), UNEP, sebagai panelis atau pembicara, sebagai delegasi dari Indonesia dalam konferensi tentang lingkungan di sektor tekstil,” ujar Tamami, Senin (7/9) lalu.

Tamami menjelaskan, dirinya berangkat bersama sejumlah perwakilan Indonesia untuk menghadiri agenda internasional tersebut. Selain dirinya yang mewakili sektor industri tekstil, terdapat Profesor Mohamad Widodo AT., M.Tech., Ph.D., guru besar STT Tekstil Bandung.

Dalam rombongan tersebut juga terdapat perwakilan dari Kementerian Perindustrian serta Kementerian Lingkungan Hidup.

Menurut Tamami, kondisi penerbangan yang belum pasti membuat para penumpang harus menunggu di area bandara. Sebagian bahkan memilih beristirahat dengan tidur di bandara sambil menantikan informasi terbaru mengenai kepastian keberangkatan.

Situasi tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para penumpang, terlebih mereka memiliki agenda yang telah dijadwalkan sebelumnya. Namun, Tamami memilih menyikapi kondisi tersebut dengan tenang.

Ia berharap kondisi penerbangan segera kembali normal sehingga perjalanan menuju Istanbul dapat dilanjutkan dan agenda internasional yang akan diikuti rombongan Indonesia tidak terganggu lebih jauh.

“Kami pasrahkan semua terkait kendala penerbangan ini. Manusia hanya bisa berencana, Allah yang menentukan,” katanya.

Erupsi Gunung Anak Krakatau menjadi salah satu faktor yang turut diperhatikan dalam operasional penerbangan, terutama ketika abu vulkanik berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan.

Penumpang pun diimbau terus memantau informasi resmi dari maskapai terkait perubahan jadwal maupun kepastian keberangkatan. (tha)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.