RADARSUMEDANG.id, KOTA – Sebanyak 220 pengemudi becak di Kabupaten Sumedang menerima bantuan becak listrik melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN). Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi becak tradisional menjadi moda transportasi yang lebih modern dan ramah lingkungan.
Penyaluran bantuan berlangsung di Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Kamis (10/9). Para pengemudi lanjut usia menjadi salah satu kelompok yang diprioritaskan menerima bantuan, mengingat selama ini mereka mengandalkan tenaga fisik untuk mencari nafkah.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan, bantuan becak listrik bukan sekadar pemberian kendaraan, tetapi bentuk perhatian dan penghargaan kepada para pengemudi becak yang selama bertahun-tahun bekerja keras memenuhi kebutuhan keluarga.
“Bantuan ini bukan sekadar pemberian alat transportasi. Ini merupakan bentuk penghormatan dan kepedulian Bapak Presiden kepada para pengemudi becak, sekaligus penghargaan atas kerja keras mereka selama ini,” ujar Dony.
Menurutnya, becak listrik juga harus menjadi momentum untuk meningkatkan citra dan pelayanan transportasi becak di Sumedang. Para pengemudi diharapkan tidak hanya mengantarkan penumpang, tetapi turut memberikan pengalaman yang baik melalui pelayanan yang ramah.
“Becak di Sumedang harus berbeda dan mengikuti perkembangan zaman. Jangan hanya menjadi alat transportasi, tetapi harus menjadi simbol keramahan masyarakat Sumedang,” katanya.
Dony meminta para pengemudi menerapkan budaya senyum, salam, dan sapa kepada penumpang. Ia juga mengingatkan agar bantuan tersebut dirawat sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Selain menerima kendaraan, para penerima bantuan terlebih dahulu mendapatkan pelatihan dan panduan penggunaan becak listrik. Langkah tersebut dilakukan agar kendaraan dapat digunakan secara optimal sekaligus dirawat secara berkelanjutan.
Salah seorang penerima bantuan, Suryana, warga Kelurahan Talun, Kecamatan Sumedang Utara, mengaku bersyukur mendapatkan becak listrik. Ia sebelumnya menarik becak kayuh selama sekitar 30 tahun.
Bagi Suryana, penggunaan becak listrik membuat pekerjaan menjadi lebih ringan sekaligus menghemat pengeluaran karena tidak lagi sepenuhnya mengandalkan tenaga fisik maupun biaya bahan bakar.
Sementara itu, Nono (61), warga Lingkungan Darangdan, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Sumedang Selatan, mengaku bantuan tersebut membuatnya tidak lagi harus mengeluarkan biaya sewa kendaraan.
“Kalau dulu saya nyewa (cator), jadi dengan bantuan ini sangat terbantu karena tak perlu nyewa lagi. Gratis. Nggak ada pungutan apa-apa,” ucapnya.
Nono berharap becak listrik yang diterimanya dapat membantu meningkatkan pendapatan sekaligus mengurangi beban biaya operasional sehari-hari. (gun)






