RADARSUMEDANG.id — Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) akan menggelar Festival Literasi Sumedang (FLS) 2026 dengan beberapa kegiatan literasi.
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari mulai Selasa hingga Kamis, 15–17 September 2026, bertempat di Gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Sumedang.
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Sumedang, Hari Tri Santosa menyampaikan bahwa festival yang mengusung tema “Menjaga Peradaban, Literasi untuk Kesejahteraan”.
“Ini merupakan event yang sangat ditunggu-tunggu oleh para pegiat literasi di Sumedang sebagai mitra kerja kami. Penyelenggaraan kegiatan ini didukung oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Bantuan Pengembangan Perpustakaan Nasional Tahun Anggaran 2026,” kata Hari kepada Radar Sumedang di Gedung Pusda, Kawasan PPS, Senin (14/9/2026).
Adapun kata Hari
Festival ini bertujuan untuk mempromosikan fasilitas serta layanan perpustakaan daerah, sekaligus menumbuhkan budaya membaca, meningkatkan keterampilan literasi, dan memperkuat budaya belajar sepanjang hayat bagi pelajar, mahasiswa, serta masyarakat umum.
“Jadi melalui program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS), perpustakaan diharapkan dapat berfungsi sebagai ruang publik untuk meningkatkan kapasitas, kreativitas, dan produktivitas masyarakat,” ujarnya.
Hari memaparkan rangkaian acara FLS 2026 diisi dengan berbagai kegiatan edukatif dan interaktif, di antaranya:
- Talkshow Best Practice TPBIS yang dipandu oleh Founder TBM Insan Motekar, Dr. Ir. Kartib Bayu, M.Si dan Kepala Desa Cibeureum Kulon, Gun Gun Turganda;
- Workshop Digitalisasi UMKM Lokal Menuju Global bersama Saloka.id oleh co-founder Sakola.id (Business Consultant) Coach Helmy Adrian, S.Si;
- Seminar Generasi Muda Pencipta Peluang bersama Komunitas Pelajar Pengusaha Indonesia oleh Penulis, Founder Komunitas Pelajar Pengusaha Indonesia Herry Sonjaya, EMI;
- Bincang Literasi “Kekuatan Kata Demi Kata: 5 CM. Antara Idealisme dan Industri” oleh sang penulis Buku 5 Cm (CEO Sakola.id);
- Bedah Buku (Rahasia Magnet Rezeki, Mereka Besar Karena Membaca, dan Antologi Tutur Ti Lembur) oleh Teh Tiara CTMR dan Kang Dani CTMR;
- Penandatanganan MoU dengan IKAPI Jawa Barat dan pemberian penghargaan di bidang literasi;
Selain agenda literasi utama, kegiatan ini juga diramaikan dengan berbagai booth layanan publik dan pameran, meliputi Pameran Buku IKAPI, Mini Job Fair oleh Disnakertrans, Gerakan Pangan Murah oleh DPKP, Cek Kesehatan Gratis oleh Dinkes, Layanan IKD dan Kependudukan oleh Disdukcapil, Layanan Perlindungan Sosial oleh Dinsos, serta Bazar Buku dan UMKM oleh Diskopukmpp. Terdapat pula zona Literasi Tematik yang mencakup Literasi Anti Korupsi (Inspektorat), Literasi Kependudukan Sejak Dini (Disdukcapil), Literasi Pertanian (DPKP), dan Literasi Pengelolaan Sampah (DLHK).
Kemeriahan acara turut didukung oleh berbagai penampilan seni dan hiburan, seperti Kang DJ, Spens jazz, Teater Monolog dari Sanggar Teater 11 April, Tarian Pangbagea, penampilan bertutur, pembacaan puisi-puisi juara, dan hiburan lainnya.
“Kegiatan ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya (gratis). Jadi siapapun mau itu pelajar, mahasiswa, umum maupun emak-emak boleh datang ke perpustakaan buat nambah ilmu karena kita sekarang peringkat empat tingkat gemar membacanya. Kami siapkan juga tenan tenan jajanan UMKM, termasuk konsumsi dari panitia,” jelas Hari. (jim)





