RADARSUMEDANG.id, KOTA – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Sumedang mengintensifkan patroli pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Gunung Palasari dan sekitarnya.
Langkah tersebut dilakukan mengingat kawasan Gunung Palasari berada berdekatan dengan permukiman warga. Selain itu, sejumlah area di kawasan tersebut pernah mengalami kebakaran saat kondisi lahan mengering akibat musim kemarau.
Kepala DLHK Kabupaten Sumedang Maman Wasman mengatakan, patroli dan piket dilakukan dua kali setiap hari, yakni pukul 09.00 WIB dan 15.00 WIB.
Petugas memantau sejumlah titik yang dinilai rawan, termasuk sekat bakar, jalur patroli, dan area bekas kebakaran.
“Ada dua sesi piket dan patroli setiap hari, yaitu pukul 09.00 WIB dan 15.00 WIB, dengan fokus pada pemantauan kondisi sekat bakar, jalur patroli, serta area bekas kebakaran,” kata Maman, Minggu (13/9).
Selain patroli rutin, petugas melakukan deteksi dini terhadap potensi munculnya titik api maupun asap. Aktivitas pembakaran dan keberadaan vegetasi kering juga menjadi perhatian untuk mengantisipasi kebakaran sejak awal.
Maman mengajak masyarakat ikut menjaga kawasan hutan, khususnya dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
“Hutan adalah kehidupan. Mari bersama menjaga Tahura Gunung Palasari dari ancaman kebakaran. Jangan membuang puntung rokok sembarangan. Jangan melakukan pembakaran di sekitar kawasan hutan,” ujarnya.
Upaya pencegahan juga terus diperkuat Pemkab Sumedang bersama berbagai pemangku kepentingan. Pasalnya, Kabupaten Sumedang tercatat sebagai daerah dengan kejadian karhutla terbanyak di Jawa Barat hingga Agustus 2026.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat telah dilakukan sejak Juni sebagai langkah menghadapi musim kemarau.
“Kami terus melakukan sosialisasi dan edukasi sejak memasuki bulan Juni untuk mulai bersiap menghadapi musim kemarau. BMKG memperkirakan puncak musim kemarau 2026 akan terjadi pada periode Juli hingga September,” kata Dony.
Menurutnya, informasi mengenai prakiraan cuaca dan musim diperlukan untuk mendukung berbagai sektor, termasuk pertanian dan upaya mitigasi bencana. (gun)






