Kecelakaan di Jatinangor Turun, Truk Sumbu Tiga Diimbau Lewat Tol Cisumdawu

oleh
PEMBATASAN : Petugas melakukan pembatasan truk sumbu tiga di gerbang tol Pamulihan. Sejak diberlakukan pembatasan, angka kecelakaan lalulintas menurun.

RADARSUMEDANG.id, KOTA – Angka kecelakaan lalu lintas di kawasan pendidikan Jatinangor, disebut mengalami penurunan dalam enam bulan terakhir.

Kondisi tersebut salah satunya dikaitkan dengan imbauan agar kendaraan truk sumbu tiga tidak melintasi jalur pendidikan Jatinangor dan beralih menggunakan Tol Cisumdawu.

Kasat Lantas Polres Sumedang AKP Agus Sukaedi mengatakan, penurunan angka kecelakaan tersebut tidak terlepas dari upaya kepolisian bersama instansi terkait dalam mengatur dan mengimbau kendaraan berat.

“Alhamdulillah dengan adanya imbauan, terus kerja sama dengan instansi terkait, sudah ada hasil. Angka kecelakaan menurun, khususnya tingkat laka di wilayah Jatinangor,” kata Agus, Rabu (30/9).

Menurut Agus, kepolisian juga menyiagakan personel di sejumlah titik yang menjadi perhatian, termasuk kawasan Jatinangor dan Pamulihan. Pengawasan dilakukan bersamaan dengan koordinasi bersama Forkopimda dan Dinas Perhubungan Kabupaten Sumedang.

“Anggota sudah disiagakan di sekitar Jatinangor, terus Pamulihan, dan kami juga akan terus berkoordinasi dengan Forkopimda Kabupaten Sumedang, khususnya jajaran Dishub,” ujarnya.

Agus menyebut upaya tersebut telah berjalan sekitar enam bulan. Selain menempatkan personel, kepolisian juga terus menyampaikan imbauan melalui public address di pintu masuk maupun keluar gerbang tol agar kendaraan berat memanfaatkan akses Tol Cisumdawu.

Namun, pelaksanaan kebijakan tersebut masih bergantung pada kepatuhan pengguna jalan, khususnya perusahaan angkutan dan pengemudi truk sumbu tiga.

“Kami juga mohon bantuan elemen masyarakat, khususnya di wilayah Jatinangor dan sekitarnya, untuk mempublikasikan imbauan ini. Kami juga mengimbau pemilik ekspedisi maupun perusahaan agar menyarankan para sopir sumbu tiga masuk ke jalur tol,” katanya.

Kepolisian meminta truk sumbu tiga yang menuju Cirebon dari arah Bandung maupun sebaliknya untuk tidak melintasi kawasan pendidikan Jatinangor.

Kendaraan dari arah Bandung diarahkan menggunakan Tol Cisumdawu melalui Gerbang Tol Cileunyi, sedangkan kendaraan dari arah Sumedang dapat masuk melalui Gerbang Tol Pamulihan menuju Cileunyi.

Sebelumnya, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengeluarkan imbauan penggunaan Tol Cisumdawu bagi kendaraan berat sebagai tindak lanjut atas aspirasi masyarakat, mahasiswa, dan dosen di kawasan pendidikan Jatinangor.

Dony mengatakan, keberadaan kendaraan berat di jalur tersebut dinilai turut memengaruhi kepadatan lalu lintas di kawasan pendidikan yang memiliki aktivitas masyarakat cukup tinggi.

“Berdasarkan aspirasi masyarakat, mahasiswa, dan para dosen, kami mengimbau kendaraan besar, khususnya truk sumbu tiga, untuk tidak melewati kawasan pendidikan Jatinangor. Hal ini demi menjaga keselamatan, keamanan, kenyamanan, serta kelancaran lalu lintas,” kata Dony.

Pemkab Sumedang juga mendorong pengusaha angkutan dan pemilik kendaraan berat memanfaatkan Tol Cisumdawu yang telah tersedia. Selain mengurangi kepadatan di Jatinangor, penggunaan tol diharapkan dapat mengurangi beban lalu lintas di sejumlah titik lain, termasuk kawasan Cadas Pangeran.

“Kami berharap para pengusaha dan pengemudi kendaraan besar dapat memanfaatkan tol. Dengan masuk dari Cileunyi atau Pamulihan, biaya tol yang dikeluarkan tidak terlalu memberatkan, namun manfaatnya sangat besar untuk mengurangi kepadatan dan meningkatkan keselamatan masyarakat di Jatinangor,” ujarnya. (gun)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.