RADARSUMEDANG.id — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) kembali mengajak para generasi muda usia sekolah agar untuk memaknai pentingnya Pancasila sebagai kompas kehidupan.
Itu dikatakan Kepala Bakesbangpol Kabupaten Sumedang, Budi Rahman melalui Kabid Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Ketahanan Ekososbud, Reni Rosniar disela Sosialisasi Ideologi Pancasila bertajuk ‘Membangun Generasi Muda Berkarakter Pancasila di Tengah Disrupsi Digital Menuju Indonesia Emas 2045’ di kampus SMAN 1 Cimalaka, Kamis (1/12026).
Diakui Reni, pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang drastis menuntut generasi muda memiliki pijakan moral yang kokoh.
Karenanya generasi muda kata Reni wajib memahami nilai-nilai Pancasila secara mendalam. Dengan begitu, mereka mampu menyikapi kemajuan zaman secara bijak tanpa mengorbankan persatuan dan kesatuan bangsa.
“Kami mendatangi ke sekolah-sekolah terutama usia menuju dewasa untuk menanamkan jiwa gotong royong, toleransi, serta rasa cinta tanah air. Kami membekali peserta dengan empat materi krusial seperti pembentukan karakter Pancasila di era disrupsi digital, penumbuhan budaya taat hukum sejak dini, peran mahasiswa dalam mencegah radikalisme dan intoleransi sampai pada bagaimana sikap etika bijak bermedia sosial demi menangkal hoaks serta ujaran kebencian,” kata Reni kepada sejumlah awak media.
Lebih lanjut, Reni menjelaskan bahwa agenda ini bertujuan menanamkan jiwa gotong royong, toleransi, serta rasa cinta tanah air. Selain itu, Kesbangpol membekali para peserta dengan empat materi krusial:
Pertama, pembentukan karakter Pancasila di era disrupsi digital. Kedua, penumbuhan budaya taat hukum sejak dini, ketiga peran mahasiswa dalam mencegah radikalisme dan intoleransi. Keempat etika bijak bermedia sosial demi menangkal hoaks serta ujaran kebencian.
“Kami berharap setidaknya melalui kegiatan kami tidak sekadar menjadi formalitas. Melainkan benar-benar mentransformasi cara berpikir dan ber-media sosial para pelajar di Sumedang,” ucapnya.
Ditempat yang sama, Kepala SMAN 1 Cimalaka, Yelis Anita Yuliawati, menyambut hangat dan mengapresiasi langkah responsif Kesbangpol Sumedang. Menurutnya, edukasi semacam ini sangat relevan dengan tantangan riil yang siswa hadapi sehari-hari di dunia maya.
“Kami menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya. Kegiatan ini menjadi momentum berharga bagi anak-anak kami untuk memperdalam nilai-nilai kebangsaan,” tutur Yelis.
Selanjutnya, Yelis mengingatkan seluruh siswa agar tidak terjebak pada pemahaman tekstual semata.
Ia menekankan bahwa Pancasila menuntut pengamalan nyata dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar hafalan di atas kertas.
Tak lupa dirinya juga mengajak untuk memperkuat benteng moral generasi muda dari gempuran arus informasi digital.
“Pancasila bukan hanya untuk dihafal atau diingat, melainkan perekat persatuan dan pedoman hidup bangsa. Tanpa pemahaman yang kuat, generasi muda akan mudah terombang-ambing oleh pengaruh negatif luar,” jelas Yelis di akhir sambutannya seraya mengajak siswa menyerap materi secara maksimal. (jim)





