Keluarga Korban Pembunuhan Sopir Taksi Online Indrive Bantah Punya Utang dengan Pelaku

oleh
BANTAH : Keluarga serta rekan saat berdoa di makam Yogi alias Bogin, Senin (12/10). Keluarga membantah pengakuan pelaku yang menyebut bahwa Yogi memiliki utang.

RADARSUMEDANG.id, CISARUA – Keluarga Yogi Saparudin (35), sopir taksi online yang ditemukan tewas terkubur di perkebunan Teh Margawindu, Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, meyakini suaminya menjadi korban perampokan yang direncanakan.

Keluarga menegaskan, peristiwa yang merenggut nyawa Yogi bukan dipicu persoalan utang-piutang.

Istri korban, Dahlia Ernawati, mengatakan suaminya selama ini selalu terbuka kepada keluarga, termasuk mengenai persoalan keuangan. Karena itu, ia membantah dugaan bahwa kematian Yogi berkaitan dengan masalah utang.

“Setahu saya, kalau suami saya punya utang, pasti dia bilang. Mau sedikit, mau banyak, juga enggak pernah ada yang tertutup-tutupi masalah utang-piutang,” ujar Dahlia di rumah duka, Senin (12/10).

Dahlia mengenang Yogi sebagai sosok suami dan ayah yang bertanggung jawab, suka menolong, serta tidak pernah mencari masalah dengan orang lain. Sepanjang pengetahuannya, almarhum juga tidak memiliki musuh.

“Baik, orangnya baik, suka menolong. Kalau misalkan ada yang butuh, dia langsung sigap, langsung membantu. Kalau soal tanggung jawab, bertanggung jawab banget,” katanya.

Kepergian Yogi meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Dahlia mengaku kehilangan sosok yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan mereka.

Selain bertanggung jawab terhadap keluarga, Yogi disebut selalu berusaha menepati janji dan mengutamakan orang tuanya.

Sebelum dinyatakan hilang kontak, Yogi sempat melakukan panggilan video dengan anaknya pada Kamis (8/10) sore. Saat itu, ia memberi tahu sedang berada di lokasi galian dan berjanji membelikan makanan untuk anaknya setelah pulang.

Namun, setelah komunikasi tersebut, keluarga mulai kesulitan menghubunginya. Telepon seluler Yogi sempat masih aktif dan panggilan melalui WhatsApp tetap masuk, tetapi tidak diangkat.

Sekitar pukul 09.00 WIB, nomor telepon Yogi akhirnya tidak aktif. Keluarga pun semakin khawatir karena tidak mendapat kabar lanjutan hingga akhirnya korban ditemukan meninggal dunia.

Jasad Yogi ditemukan terkubur di kawasan perkebunan Teh Margawindu, Dusun Cisoka, Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan. Penemuan tersebut mengakhiri pencarian terhadap korban yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak.

Setelah menjalani autopsi di Rumah Sakit Sartika Asih Bandung, jenazah Yogi dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Marasa, Desa Cisalak, Kecamatan Cisarua, Sumedang, Minggu malam (11/10).

Atas kejadian tersebut, Dahlia berharap para pelaku mendapat hukuman setimpal atas perbuatannya.

“Kalau bisa, hukuman mati. Nyawa kan, nyawa dibayar nyawa lagi,” tegasnya. (gun)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.