RADARSUMEDANG.id — Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, menyampaikan rasa duka cita mendalam atas meninggalnya Yogi Saparudin (34), Jumat (16/10/2026). Sopir taksi online warga Dusun Marasa, Desa Cisalak, Kecamatan Cisarua menjadi korban pembunuhan oleh penumpangnya.
Korban sempat dilaporkan hilang setelah menerima pesanan. Polres Sumedang berhasil mengungkap kronologi lengkap kasus pembunuhan tersebut. Jenazah almarhum ditemukan terkubur di kawasan perkebunan teh Cisoka, Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan. ”Saya menyampaikan rasa duka cita dan bela sungkawa yang mendalam atas almarhum Kang Yogi. Almarhum meninggalkan seorang istri dan lima orang anak yang masih kecil yang kini harus dinafkahi,” ujar Bupati Dony.
Peristiwa tragis ini menjadi perhatian serius Pemkab Sumedang. Bupati mengimbau seluruh penyedia jasa transportasi online untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga keselamatan diri saat bekerja. Untuk memberikan perlindungan nyata, Bupati Dony mendorong para pengemudi taksi maupun ojek online agar terdaftar dalam program perlindungan ketenagakerjaan. ”Saya berpesan kepada para taksi online agar semakin hati-hati dan menjaga keamanan diri. Saya juga menyampaikan pesan kepada ketua asosiasi driver online agar para anggotanya difasilitasi BPJS Ketenagakerjaan, karena di sana ada jaminan untuk kecelakaan kerja hingga kematian,” tegasnya.
Bupati Dony Ahmad Munir mengapresiasi kerja cepat jajaran kepolisian dalam mengusut dan menangkap para pelaku. “Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada jajaran Polres Sumedang yang telah bekerja cepat mengungkap kasus ini dan menangkap para pelaku. Semoga pelaku mendapat hukuman yang setimpal dan seadil-adilnya, serta peristiwa serupa tidak kembali terjadi di Kabupaten Sumedang,” ujarnya.(cwp)





