RADARSUMEDANG.id — Kuliner tradisional Sampe Wedang khas Kecamatan Rancakalong berpeluang menembus pasar yang lebih luas berkat penerapan teknologi pengolahan dan pengemasan yang mampu memperpanjang masa simpan produk.
Upaya tersebut mendapat dukungan dari Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (Unpad) yang hadir di Kecamatan Rancakalong, Sabtu (17/10/2026).
Di sela-sela monitoring Geotheater Rancakalong, Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir mengapresiasi kontribusi Unpad dalam membantu pelaku usaha kuliner lokal meningkatkan kualitas produk, khususnya melalui penggunaan alat pengolahan, pengemasan vakum, dan kemasan yang lebih menarik.
Bupati Dony mengatakan, salah satu tantangan yang dihadapi Sampe Wedang selama ini adalah daya tahan produk yang relatif terbatas sehingga menyulitkan pemasaran ke wilayah yang lebih luas.
Dengan adanya teknologi tersebut, Dony menambahkan, Sampe Wedang yang telah diolah dapat dikemas secara vakum menggunakan kemasan yang lebih baik sehingga masa simpannya berpotensi menjadi lebih panjang.
“Alhamdulillah, hari ini Fakultas Teknologi Industri Pertanian Unpad hadir membawa solusi bagi pengembangan kuliner khas Rancakalong, khususnya Sampe Wedang. Produk ini memiliki potensi yang besar, tetapi selama ini salah satu kendalanya adalah daya tahan yang belum lama,” ujar Dony.
Ia menambahkan, penerapan teknologi pengolahan dan pengemasan menjadi langkah penting agar Sampe Wedang tidak hanya dapat dinikmati masyarakat setempat, tetapi juga dipasarkan ke berbagai daerah, bahkan berpeluang menembus pasar internasional.
“Dengan adanya alat ini, Sampe Wedang dapat diolah, dikemas secara vakum, dan dikemas dengan lebih baik. Ke depan, kita berharap masa kedaluwarsanya bisa mencapai dua tahun sesuai hasil pengujian dan validasi keamanan pangan. Kalau daya tahannya semakin panjang, pemasarannya akan semakin luas dan produk ini bisa kita bawa ke mana-mana,” katanya.
Menurutnya, dukungan teknologi dari perguruan tinggi menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal.
Diharapkan, Kolaborasi ini juga menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku usaha dalam mengembangkan potensi ekonomi masyarakat berbasis kearifan lokal.
Bupati Dony berharap, keberhasilan penerapan teknologi pada Sampe Wedang dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan produk unggulan Sumedang lainnya, termasuk Tahu Sumedang yang telah dikenal luas sebagai ikon kuliner daerah.
“Ke depan, saya berharap Tahu Sumedang juga bisa mendapatkan dukungan teknologi seperti ini, sehingga daya tahannya semakin baik tanpa menghilangkan cita rasa dan kualitas khasnya. Kita ingin produk unggulan Sumedang semakin berkembang, memiliki daya saing, dan menjangkau pasar yang lebih luas,” ungkapnya.
Ia optimistis, melalui inovasi dan pendampingan yang tepat, Sampe Wedang dapat menjadi salah satu produk unggulan Rancakalong yang mampu meningkatkan pendapatan pelaku usaha sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner Sumedang kepada masyarakat yang lebih luas.
“Jangan sampai kuliner khas kita hanya dikenal di daerah sendiri. Dengan inovasi, kualitas yang terjaga, dan kemasan yang baik, kita ingin Sampe Wedang semakin dikenal, dipasarkan ke berbagai daerah, bahkan mendunia,” pungkasnya.(cwp)





