Ponpes Annur Sumedang Kebakaran, Diduga Api Merembet dari Kebun Bambu, Kerugian Rp800 Juta

oleh

RADARSUMEDANG.id, KOTA – Kebakaran melanda Pondok Pesantren (Ponpes) Annur di Kelurahan Situ, Kecamatan Sumedang Utara, Minggu (18/10) siang. Peristiwa tersebut menghanguskan bangunan aula beserta sejumlah perlengkapan di dalamnya. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp800 juta.

Api diduga berasal dari area perkebunan bambu di belakang bangunan. Kobaran api dengan cepat merambat hingga membakar bagian aula yang dipenuhi perlengkapan pengajian, lemari, meja, bangku, karpet, perangkat sound system, serta miniatur kereta kencana.

Pengasuh Ponpes Annur, Hasul Milah Zainul Haq, mengatakan kebakaran pertama kali diketahui sejumlah santri yang tinggal di lingkungan pesantren. Api terlihat dari arah belakang bangunan, tepatnya di sekitar bagian atas kamar mandi.

“Api awalnya ditemukan oleh sebagian anak yang tinggal di sini, dari arah belakang, di area perkebunan bambu. Kemudian api merembet dengan cepat karena kondisi cuaca panas dan angin yang cukup kencang,” kata Hasul.

Menurut dia, para santri sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, besarnya kobaran api disertai tiupan angin membuat upaya tersebut tidak berhasil.

“Anak-anak sempat berusaha memadamkan api dengan peralatan manual menggunakan ember seadanya. Namun, karena anginnya begitu kencang, api akhirnya tidak bisa dikendalikan,” ujarnya.

Luas bangunan yang terdampak diperkirakan lebih dari 100 meter persegi. Selain berbagai perlengkapan di dalam aula, bagian atap bangunan mengalami kerusakan parah akibat dilalap api.

Petugas gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Sumedang, BPBD, TNI, dan Polri diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman.

Danru 1 Damkar Sumedang, Nugraha Ajang Sopian, mengatakan pihaknya mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran, dibantu satu unit dari BPBD.

Menurut Nugraha, proses pemadaman menghadapi kendala, terutama karena sumber air berada cukup jauh dari lokasi kebakaran. Selain itu, sejumlah selang berukuran kecil mengalami kebocoran sehingga turut menghambat penanganan.

“Proses pemadamannya satu jam lebih. Kalau sekarang lagi proses pendinginan, api sudah terkendali,” kata Nugraha.

Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Penyebab pasti kebakaran masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, pihak pesantren harus menanggung kerusakan aula dan kehilangan berbagai perlengkapan yang selama ini digunakan untuk menunjang kegiatan pesantren. (gun)

PENDINGINAN : Petugas Damkar melakukan pendinginan bangunan aula Ponpes Annur, yang terbakar, pada Minggu (18/10) siang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.