RADARSUMEDANG.id, PAMULIHAN – Maraknya kejadian kebakaran di wilayah Kabupaten Sumedang menjadi perhatian serius Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar).
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan mengantisipasi berbagai potensi pemicu kebakaran, baik di lingkungan rumah maupun lahan terbuka.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sumedang, Syarif Efendi Badar, mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan faktor keselamatan yang dapat memicu kebakaran.
Ia mengimbau warga untuk memeriksa instalasi listrik yang sudah lama, serta melakukan pemeliharaan atau penggantian apabila kondisinya sudah tidak layak. Selain itu, masyarakat diminta tidak membakar sampah sembarangan, terlebih di dekat bangunan atau area yang mudah terbakar.
“Jangan membuang puntung rokok yang masih menyala ke rumput kering. Warga juga harus berhati-hati saat menggunakan kompor, tungku, lampu penerangan, dan peralatan elektronik. Pastikan semuanya dimatikan apabila sudah tidak digunakan,” demikian imbauan Damkar Sumedang.
Selain itu, kata ia, masyarakat juga diminta tidak membuka lahan pertanian dengan cara dibakar karena api berpotensi merembet dan menimbulkan kebakaran yang lebih luas.
Salah satu kejadian kebakaran terjadi di Dusun Nyampay, RT 003/RW 009, Desa Sukawangi, Kecamatan Pamulihan, Senin (19/10). Dua bangunan bekas kandang sapi yang digunakan untuk menyimpan kayu bahan bangunan rumah hangus terbakar.
“Pemilik bangunan, Iroh Rohaeti (65), dilaporkan mengalami kerugian material yang ditaksir mencapai Rp200 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut,” katanya.
Berdasarkan laporan penanganan Damkar, kata ia, petugas menerima laporan kebakaran pada pukul 18.15 WIB dan tiba di lokasi pukul 18.30 WIB. Regu 2 Piket Pos Damkar Tanjungsari langsung melakukan pemadaman untuk mencegah api merembet ke bangunan di sekitarnya.
“Proses pemadaman berlangsung selama tiga jam, mulai pukul 18.30 WIB hingga 21.30 WIB. Dua bangunan yang terbakar masing-masing berukuran 4 x 12 meter dan 8 x 12 meter. Di dalamnya tersimpan kayu bahan bangunan dengan volume sekitar 15 meter kubik,” ucapnya.
Menurutnya, sumber api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah. Namun, penyebab pasti kebakaran masih perlu dipastikan lebih lanjut.
“Penanganan kebakaran melibatkan Regu 2 Piket Pos Damkar Tanjungsari, TNI/Polri, Satpol PP Kecamatan Pamulihan, perangkat Desa Sukawangi, serta warga setempat,” tambahnya. (tha).







