RADARSUMEDANG.id, PAMULIHAN – Hujan yang mengguyur wilayah Sumedang dalam beberapa hari terakhir membawa angin segar bagi petani Ubi Cilembu. Memasuki musim hujan, para petani mulai kembali bersemangat menanam komoditas unggulan tersebut setelah sebelumnya terkendala musim kemarau.
Salah seorang petani Ubi Cilembu, Yusuf, mengatakan, musim hujan menjadi waktu yang dinantikan petani untuk kembali mengolah lahan dan menanam ubi. Biasanya, hujan mulai rutin turun pada November sehingga menjadi momentum yang tepat untuk memulai masa tanam.
“Baru mau nanam. Biasanya bulan November sudah masuk musim hujan. Bisa dikatakan, nanam sacurna hujan,” kata Yusuf ditemui di kebunnya di Desa Cilembu Kecamatan Pamulihan.
Menurut dia, penanaman Ubi Cilembu di kebun lebih menjanjikan ketika memasuki musim hujan. Sementara itu, lahan sawah bekas tanaman padi juga bisa dimanfaatkan untuk menanam ubi, asalkan ketersediaan air untuk penyiraman mencukupi.
Yusuf menambahkan, harga Ubi Cilembu mentah sempat mengalami kenaikan cukup tinggi pada musim kemarau. Harga jual di tingkat petani bahkan bisa mencapai Rp 10 ribu hingga Rp 12 ribu per kilogram. Padahal, dalam kondisi normal, harga biasanya berkisar Rp 5 ribu hingga Rp 7 ribu per kilogram.
“Musim kemarau kemarin harga Ubi Cilembu mentah lagi bagus, bahkan bisa tembus Rp 10 ribu sampai Rp 12 ribu per kilogram,” ujarnya.
Kenaikan harga tersebut, lanjut Yusuf, dipengaruhi terbatasnya pasokan akibat banyak petani mengalami gagal panen atau memilih tidak menanam ubi selama musim kemarau. Di sisi lain, permintaan pasar tetap tinggi sehingga harga jual ikut terdorong naik.
“Selain keterbatasan air, tanaman ubi yang tetap dibudidayakan pada musim kemarau juga menghadapi risiko kerusakan akibat serangan hama boleng atau lanas,” ujarnya.
Dengan mulai turunnya hujan, kata ia, petani berharap kondisi cuaca semakin mendukung pertumbuhan tanaman dan hasil panen lebih optimal.
“Ketersediaan air yang memadai. Mudah-mudahan dapat membantu kembali meningkatkan produksi Ubi Cilembu sekaligus menjaga pasokan untuk memenuhi permintaan pasar,” tandasnya. (tha)






