RADARSUMEDANG.ID – Polres Sumedang menyiapkan 190 personel untuk mengamankan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak secara elektronik di Kabupaten Sumedang yang dijadwalkan berlangsung Rabu (28/10/2026).
Pengamanan dilakukan bersama unsur TNI dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Itu disampaikan Reza seusai memimpin apel gelar pasukan Operasi Patuh Lodaya 2026 sekaligus apel kesiapan pengamanan Pilkades serentak di Mapolres Sumedang, Senin (26/10/2026).
Kapolres Sumedang AKBP Reza Ma’ruffi mengatakan, pihaknya telah memetakan sejumlah wilayah yang dinilai memiliki potensi kerawanan selama pelaksanaan Pilkades. Berdasarkan hasil analisis di lapangan, terdapat lima titik yang masuk kategori zona kuning.
” Berdasarkan hasil analisa kami di lapangan, klasifikasinya ada merah, hijau dan kuning. Kami patut bersyukur karena lima titik ini masuk zona kuning,” kata Reza kepada RadarSumedang.id.
Reza menjelaskan pemetaan kerawanan tersebut menjadi dasar bagi kepolisian dalam menentukan pola pengamanan di setiap wilayah. Meski masuk kategori zona kuning, seluruh personel diminta tetap meningkatkan kewaspadaan selama tahapan pemungutan suara hingga proses pemilihan selesai.
Pengamanan juga melibatkan jajaran Kodim 0610/Sumedang dan Satlinmas di setiap desa. Sejumlah unsur terkait, di antaranya Satpol PP dan Dinas Perhubungan, turut hadir dalam apel gelar pasukan tersebut.
Reza menyebutkan, pergeseran personel ke masing-masing tempat pemungutan suara (TPS) dilakukan secara bertahap mulai esok hari Selasa 27 Oktober 2026. Pelaksanaannya disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur TPS di lapangan.
Ia mengimbau seluruh calon kepala desa, pendukung, panitia, serta masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah. Menurutnya, perbedaan pilihan dalam Pilkades tidak boleh memicu konflik yang mengganggu keamanan dan persatuan warga.
Secara khusus, Reza juga mengingatkan agar pelaksanaan Pilkades tidak disertai praktik perjudian. “Kami mengimbau agar tidak ada perjudian dalam Pilkades ini,” tegasnya.
Ia menambahkan, masyarakat yang mengetahui adanya potensi gangguan keamanan atau pelanggaran hukum dapat segera melaporkannya kepada pihak kepolisian. “Intinya kami siap mengawal pelaksanaan Pilkades agar berlangsung aman dan tertib,” ucapnya.
Selain mempersiapkan pengamanan Pilkades, Polres Sumedang juga menggelar Operasi Patuh Lodaya 2026 yang berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026.
Operasi tersebut bertujuan meningkatkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltiblantas), sekaligus mendorong kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan berlalu lintas.
Sejumlah sasaran prioritas menjadi perhatian petugas, di antaranya penggunaan helm berstandar nasional Indonesia (SNI), kelengkapan surat-surat kendaraan seperti STNK dan pelat nomor, serta kewajiban menggunakan sabuk pengaman bagi pengemudi kendaraan roda empat.
“Pengendara juga diingatkan untuk tidak menggunakan telepon genggam saat berkendara karena dapat mengganggu konsentrasi dan meningkatkan risiko kecelakaan. Kami mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan selama berkendara,” katanya. (jim)







