RADARSUMEDANG.id — Tingkat partisipasi masyarakat dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak berbasis digital di Kabupaten Sumedang, Rabu (28/10), mencapai 70,8 persen. Dari total 279.061 warga yang masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT), sebanyak 197.727 orang tercatat telah menggunakan hak pilihnya.
Berdasarkan data rekapitulasi sementara yang dihimpun dari 423 Tempat Pemungutan Suara (TPS), dari total suara yang masuk tersebut, sebanyak 196.463 suara dinyatakan sah.
Alhasil capaian partisipasi tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat dalam mengikuti pesta demokrasi tingkat desa, meskipun pelaksanaannya tahun ini menggunakan sistem pemungutan suara digital yang menjadi pengalaman baru bagi sebagian masyarakat.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumedang, Widodo Heru Prasetyawan, membenarkan angka partisipasi tersebut.
Menurutnya, berdasarkan data sementara yang diterima, rata-rata tingkat kehadiran pemilih berada di kisaran 70 persen.
“Iya betul, sesuai data yang kami terima, tingkat partisipasi masyarakat dalam Pilkades serentak digital kemarin itu rata-rata hanya sekitar 70 persenan,” kata Widodo kepada sejumlah awak media, Kamis (29/10).
Meski demikian, Widodo memastikan pelaksanaan Pilkades serentak digital di 92 desa secara umum berjalan lancar dan sukses. Seluruh desa peserta dapat melaksanakan pemungutan suara secara digital serta menyelesaikan seluruh tahapan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Alhamdulillah pelaksanaan Pilkades serentak kemarin berjalan lancar. Walaupun ada kendala-kendala kecil, tapi masih bisa ditangani. Jadi, secara keseluruhan pelaksanaan Pilkades digital ini berjalan aman dan sukses,” ujarnya.
Terkait sejumlah kekurangan maupun kendala yang ditemukan selama pelaksanaan, Widodo menyebut hal tersebut akan menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah. Evaluasi diperlukan agar penyelenggaraan Pilkades serentak berbasis digital pada masa mendatang dapat berjalan lebih baik.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia penyelenggara serta berbagai unsur yang telah terlibat dalam menyukseskan pelaksanaan Pilkades serentak digital di Kabupaten Sumedang.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan Pilkades tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama seluruh pihak, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa.
Sementara Euforia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Digital 2026 di Kabupaten Sumedang menyisakan drama yang tak terduga.
Pasalnya jika kades petahana dianggap sulit dikalahkan, kali ini kontestasi justru berbalik.
Dari 92 desa yang menggelar pesta demokrasi pada Rabu, 28 Oktober 2026 kemarin, hampir setengah para calon petahana harus timbang.
Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumedang, dari 230-an calon kepala desa yang berpartisipasi, 43 di antaranya adalah wajah lama, yakni para incumbent yang mencoba peruntungan untuk kembali memimpin.
Akan tetapi, nampaknya pemilihan digital tidak hanya mengubah transformasi konvensional ke digital, namun juga peta kekuasaan.
“Jadi pada Pilkades serentak digital kemarin kami mencatat ada 43 mantan Kades yang ikut mencalonkan kembali. Hasilnya, 23 calon incumbent menang dan sisanya sebanyak 20 calon petahana kalah,” ungkap Widodo. (jim)







