RADARSUMEDANG.id, CISARUA – Terputusnya akses jalan utama sejak longsor pada Mei 2025 belum mendapat solusi permanen. Warga Dusun Marasa, Desa Cisalak, Kecamatan Cisarua, akhirnya berinisiatif membangun jalan alternatif secara swadaya agar mobilitas warga kembali lebih mudah.
Dengan peralatan seadanya, puluhan warga bergotong royong meratakan tanah di sekitar longsor, Blok Cinapeul Dusun Sukaasih, untuk dijadikan jalan darurat. Akses tersebut nantinya dapat dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua.
Sebelumnya, warga terpaksa memanfaatkan tanah milik warga lain sebagai jalur sementara. Sementara kendaraan roda empat harus memutar melalui jalan kawasan perumahan.
Kepala Dusun Marasa, Cecep, mengatakan pembangunan jalan alternatif di lokasi longsor dilakukan atas inisiatif masyarakat. Langkah tersebut diambil agar warga tidak terus bergantung pada akses yang melintasi tanah milik perorangan.
“Awalnya kami membuat jalan lewat tanah warga. Namun, karena sudah cukup lama dan kami tidak ingin pemilik tanah merasa tidak nyaman, warga berinisiatif membuat jalan baru di lokasi longsor,” ujarnya, Minggu (1/11).
Cecep menegaskan, pembangunan jalan darurat tersebut murni merupakan inisiatif warga dan tidak berkaitan dengan pelaksanaan Pilkades. Menurutnya, waktu pengerjaan yang berdekatan dengan momentum Pilkades sempat memunculkan asumsi adanya keterkaitan antara keduanya.
“Pembuatan jalan ini murni inisiatif warga, sama sekali tidak ada kaitannya dengan Pilkades,” tegasnya.
Ia menyebutkan, keberadaan akses jalan yang mudah sangat dibutuhkan masyarakat. Selama jalan utama terputus, warga harus menempuh jalur memutar melalui kawasan perumahan yang kondisi jalannya berkelok.
Dampak terputusnya akses juga dirasakan warga yang memiliki aktivitas ekonomi, salah satunya pengangkutan hasil kebun bambu. Kesulitan akses membuat hasil kebun tersebut sulit dipasarkan.
“Sejak jalan ini putus, kebun bambu di sini jadi tidak laku karena kesulitan akses untuk mengangkut bambu,” ungkapnya.
Di sisi lain, lokasi jalan yang longsor diketahui berada di zona merah sehingga tidak direkomendasikan untuk dibangun kembali. Kondisi tersebut membuat warga berharap pemerintah segera menyiapkan solusi berupa akses jalan utama yang aman dan layak bagi masyarakat Dusun Marasa.
Pembangunan jalan darurat secara swadaya ini menjadi upaya sementara warga untuk mengatasi keterbatasan akses. Namun, solusi permanen tetap dibutuhkan agar aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat tidak terus terkendala akibat putusnya jalan sejak lebih dari setahun lalu. (gun)







