Rayakan Persib ke 16 Besar, Boboko Satukan 2.400 Bobotoh di Tanjungsari

oleh
Kegiatan acara jalan santai di area Balong H. Umuh di Dusun Ciluluk, Desa Margajaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Minggu (8/11).

RADARSUMEDANG.id, TANJUNGSARI – Keberhasilan Persib Bandung melaju ke babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL Two) 2026/2027 disambut sukacita para pendukungnya.

Sebagai ungkapan rasa syukur, komunitas Bobotoh Kolot (Boboko) Wilayah Hiji menggelar kegiatan Jalan Sehat Bobotoh Ngahiji dan Peduli di Dusun Ciluluk, Desa Margajaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Minggu (8/11).

Kegiatan yang diikuti ribuan bobotoh tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan hiburan, tetapi juga momentum memperkuat persatuan suporter sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial.

Manager Persib Bandung, H. Umuh Muchtar, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk rasa syukur atas pencapaian Persib yang berhasil melangkah ke babak 16 besar ACL Two. Menurutnya, antusiasme bobotoh dalam memberikan dukungan kepada Maung Bandung selama ini sangat luar biasa.

“Alhamdulillah, antusiasme bobotoh mendukung Persib sangat luar biasa. Kemarin kita lolos ke 16 besar ACL Two, semua bobotoh bergembira. Luapan kegembiraan bobotoh ini dilanjutkan dengan acara sosial,” katanya.

Ketua Pelaksana Jalan Sehat Bobotoh Ngahiji dan Peduli sekaligus Ketua Korwil 1 Boboko, Asep Yudi Yuhendi yang akrab disapa Kang Yudi, mengatakan kegiatan tersebut melibatkan bobotoh dari wilayah Tanjungsari dan sekitarnya.

“Panitia juga mengundang berbagai distrik dan kelompok suporter dari sejumlah daerah di Jawa Barat hingga luar kota, di antaranya Boboko Bandung Raya, Karawang dan sekitarnya,” ucapnya.

Menurutnya, kegiatan ini mengusung semangat ngahiji atau bersatu. Melalui kegiatan tersebut, seluruh elemen suporter diharapkan semakin mempererat persaudaraan serta membangun kedewasaan dalam mendukung Persib, baik saat berada di stadion maupun ketika mendampingi tim dalam pertandingan tandang.

“Ngahiji di sini kita menyatukan seluruh suporter agar lebih baik lagi, lebih dewasa lagi di dalam berstadion ataupun di dalam away,” ujarnya.

Kang Yudi menegaskan, bobotoh tidak hanya identik dengan dukungan di stadion maupun kegiatan nonton bareng (nobar). Lebih dari itu, suporter juga diharapkan mampu menghadirkan kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Sejumlah kegiatan sosial turut mewarnai acara tersebut, di antaranya donor darah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) serta penyaluran bantuan sembako kepada anak-anak yatim di sejumlah kecamatan sekitar Tanjungsari.

Ia menilai, sebagai pendukung klub sepak bola besar seperti Persib Bandung, bobotoh juga harus memiliki kepedulian terhadap kesehatan dan kehidupan sosial masyarakat.

“Persib dinyatakan sebagai salah satu klub yang sehat, manajemennya juga sehat. Bobotoh juga harus sehat. Sehat kepedulian terhadap kesehatan, peduli terhadap sosial, dan juga memberikan edukasi yang baik terhadap bobotoh,” tuturnya.

Dalam pelaksanaannya, panitia membatasi jumlah peserta sebanyak 2.400 orang. Pembatasan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi dan kapasitas lokasi kegiatan yang dinilai cukup terbatas.

Panitia tidak ingin kegiatan yang bertujuan menghadirkan kegembiraan justru menimbulkan risiko keselamatan bagi peserta.

“Kita membatasi karena memang medannya terlalu sempit. Kita mengantisipasi agar jangan sampai kegiatan yang seharusnya bersenang-senang dan bergembira justru mengundang kecelakaan,” jelasnya.

Selain jalan sehat dan aksi sosial, panitia juga menyediakan beragam hadiah menarik bagi peserta, mulai dari televisi, lemari es hingga mesin cuci. Sementara hadiah utama atau grand prize berupa satu paket umrah untuk satu orang peserta.

Lebih lanjut, Kang Yudi menyebut kegiatan tersebut sekaligus menjadi pembuktian bahwa bobotoh mampu memberikan teladan positif di tengah masyarakat. Menurutnya, istilah Bobotoh Kolot bukan semata-mata menggambarkan usia, melainkan kedewasaan dalam pola pikir dan sikap sebagai seorang suporter.

“Bobotoh Kolot ini memberikan suatu contoh. Kolot itu berarti tua dalam pola pikir, bagaimana cara menjadi suporter yang baik. Jadi tidak hanya di stadion atau nobar, tetapi juga memberikan kegiatan-kegiatan positif, contohnya olahraga dan kegiatan sosial seperti donor darah,” pungkasnya. (tha)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.