Petani Terpaksa Hentikan Pengiriman Ikan Koi Keluar Daerah

CISARUA, RADARSUMEDANG,ID – Larangan mudik lebaran tak hanya berdampak pada bisnis transportasi, tapi juga berpengaruh pada pelaku budidaya ikan koi di Desa Ciuyah Kecamatan Cisarua. Bukan karena tidak bisa mudik, adanya larangan mudik mulai 6-17 Mei 2021 pelaku budidaya ikan koi terpaksa berhenti mengirim ikan keluar daerah.

Ketua kelompok Tunas Jaya Koi Desa Ciuyah, Rohimat (38) mengatakan, pembudidaya koi saat ini resah dengan adanya larangan mudik dan larangan beroperasi moda transportasi. Sebab, dengan adanya larangan tersebut mereka tidak bisa mengirim ikan ke pelanggan diluar daerah.

“Selama ini kalau keluar daerah pakai bus, karena lebih aman, lebih cepat, lebih murah,” kata Rohimat, Rabu (5/5).

Dikatakan, bus digunakan karena lebih cepat, tidak ada proses transit seperti jasa ekspedisi. Jika terlalu lama di perjalanan, ikan akan stres.
“Kalau pakai mobil pribadi kan ongkos jauh lebih mahal,” ucapnya.

Meski akan menjadi kendala pemasaran, namun para pelaku budidaya koi tersebut tetap akan mengikuti anjuran pemerintah.

“Ya kami tetap nurut ke pemerintah, mungkin untuk tanggal 6 kesana mungkin untuk pelayanan keluar kota kami tutup dulu,” ucapnya.

Kata Rohimat, budidaya koi di Ciuyah terus mengalami perkembangan. Saat ini ada 3 kelompok budidaya koi di Ciuyah. Adapun Kelompok Tunas Jaya Koi sendiri koni beranggotakan delapan orang, dari awalnya 13 orang. (gun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.