“Jadi yang hadir disini dimintai persetujuan. Alhamdulillah persetujuan diberikan, dan rapat dilanjutkan sehingga saat ini masuk ke pembentukan panitia Musda yang sudah diagendakan,” tambahnya.
Yogie juga meluruskan bahwa 49 orang yang dimaksud oleh Sidik Jafar. Menurutnya 49 orang kini statusnya sudah meninggalkan Golkar dengan berbagai alasan.
“Ada yang pindah partai, ada yang sudah meninggal, dan tidak aktif lagi. Itu berlaku sejak SK yang disampaikan pada Musda awal dan pelantikan,” katanya.
Termasuk dirinya juga meluruskan anggapan bahwa rapat pleno tanpa tantangan Ketua DPD tidak bisa berjalan.
“Semua partai politik, termasuk Golkar ini kan kolektif kolegial. Pleno mengamanatkan, untuk yang menandatangani ketika ketua tidak bersedia, yang akan menandatangani adalah Wakil Ketua. Jadi semuanya diserahkan kepada peserta pleno, jadi bukan berarti ketua tidak hadir, tidak bisa menandatangani, ada pengurus yang lain,” tandasnya.
Lebih lanjut sambung Yogie, hasil dari pleno Kamis (27/5) kemarin akan segera dikirimkan ke DPD Provinsi Jawa Barat, mengingat waktu Musda yang semakin mepet. Ditambah pada awal Juni 2021 Ketua Umum akan hadir ke DPD Provinsi Jawa Barat sehingga semua agenda musyawarah harus selesai sebelum awal Juni. (jim)






